Tag Archives: Persib

Disanksi PSSI, Persib Minta Bobotoh Mawas Diri

persib2

PSSI menjatuhkan sanksi kepada Persib Bandung akibat ulah Bobotoh yang menyalakan kembang api saat Persib menjamu Sriwijaya FC beberapa waktu lalu. Denda sebesar 20 juta rupiah telah dijatuhkan PSSI kepada Persib. Oleh karena itu, panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persib meminta kepada Bobotoh untuk saling mengingatkan dan mawas diri.

Sekretaris panpel Persib, Budi Bram Rachman, mengakui bahwa pihaknya kecolongan sehingga masih ada penonton yang masuk dengan membawa kembang api. Akan tetapi, Budi Bram Rachman juga meminta kepada Bobotoh untuk saling mengingatkan demi keamanan dan kenyamanan bersama.

“Saya akui dari panpel masih ada kekurangan, seperti pemeriksaan tubuh saat pemeriksaan tiket. Tapi, sebaiknya Bobotoh juga ikut aktif mengingatkan antarsuporter untuk tidak melakukan aksi yang tidak pantas,” kata Budi Bram Rachman di Bandung belum lama ini..

Budi Bram Rachman sendiri mengatakan bahwa pihaknya telah menerima surat keputusan dari PSSI yang isinya mengenai hukuman denda untuk Persib Bandung sebesar 20 juta rupiah.

“Salah satu alasannya adalah karena ulah buruk suporter yang mengakibatkan berhentinya pertandingan selama satu menit,” lanjut Budi Bram Rachman.

Namun, Budi Bram Rachman menilai bahwa PSSI tidak adil, karena di berbagai tempat masih banyak kejadian serupa, namun PSSI tidak menjatuhkan denda yang sama. Budi Bram Rachman pun berharap PSSI bisa lebih bijak dan adil untuk ke depannya.

Van Dijk: Persib Tetap Tajam Tanpaku

persib2

Mesin gol Persib Bandung, Sergio van Dijk, mengungkapkan kekecewaan atas kartu kuning yang diperolehnya pada laga melawan Persisam Samarinda, di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Minggu (30/6) lalu.

Menurutnya, kartu kuning ketiga yang diperolehnya itu tidak pantas dia terima. Sebab, dia tidak melakukan pelanggaran dengan sengaja mencederai lawannya.

“Saya memang melakukan pelanggaran. Tapi, saya tidak pantas terima kartu kuning. Saya berebut bola, beradu badan itu wajar. Ya, saya kecewa kena kartu kuning itu,” papar Van Dik, Selasa (2/7).

Selama berkarier menjadi pesepak bola, baru kali ini Sergio Van Dijk menjalani hukuman akumulasi kartu kuning. Akumulasi kartu kuning harus ia terima karena telah mengantongi tiga kartu kuning di Liga Super Indonesia 2013.

Tiga kartu kuning didapat pemain bernomor punggung 10 tersebut saat bertanding melawan Gresik United, Arema Cronous, dan terakhir Sergio mendapat kartu kuning pada menit ke-92 saat melawan Persisam.

“Selama bermain, baru kali ini aku tidak main karena akumulasi kartu kuning. Sebelumnya aku tidak pernah,” kata pemain naturalisasi asal Belanda ini.

Pada kompetisi yang pernah dimainkannya selama kariernya, hukuman akumulasi kartu baru berlaku setelah pemain menerima empat atau lima kali kartu kuning. Namun karena di Indonesia hukuman diterima setelah tiga kartu kuning, maka Sergio pun akan berusaha tidak menerima kartu kuning selanjutnya.

“Dari tiga kartu kuning, saya rasa hanya satu yang pantas diterima yaitu saat melawan Gresik. Waktu itu memang pelanggaran. Aku terlambat, kaki saya kena kaki lawan. Lawan Arema saya melihat bola, saya lari lalu berbenturan dengan kiper,” paparnya.

Van Dijk pun mengaku, saat ini dirinya pasrah harus duduk dibangku penonton. Kendati demikian, striker yang sudah mengemas 19 gol ini, yakin timnya mampu mengatasi Mitra Kukar. Menurutnya para penyerang Persib, Kenji Adachihara, Hilton Moreira, dan Airlangga Sucipto merupakan penyerang berkualitas.

“Saya yakin, Hilton, Kenji atau Airlangga bisa buat gol. Walaupun aku tidak main, tapi aku yakin Persib bisa menang,” tandasnya.

Persib: Sergio van Dijk Akui Terpancing Emosi

Sergio van Dijk

Bomber Persib Bandung, Sergio van Dijk, mengakui dirinya sempat terpancing emosi di laga Persib melawan Persita Tangerang yang berakhir dengan skor 2-2 di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu kemarin. Sergio van Dijk, yang mencetak 1 gol untuk Persib di laga itu, berang karena para pemain Persita sangat sering jatuh dan berpura-pura cidera hanya untuk mengulur waktu.

Dalam suatu insiden, Sergio van Dijk memang terlihat agak emosi lantaran ulah penjaga gawang muda Persita, Reky Rahayu. Penyebabnya adalah ketika kedua pemain berebut bola, namun tiba-tiba Reky Rahayu terjatuh sambil mengerang kesakitan. Sergio van Dijk yang merasa tidak ada kontak berlebihan dengan Reky Rahayu pun terlihat geram.

Sergio van Dijk tampak mengucapkan kata-kata kepada Reky Rahayu, mungkin maksudnya meminta agar kiper Persita itu jangan berpura-pura sakit untuk mengulur waktu dan segera berdiri kembali. Namun, Reky Rahayu tetap saja terlihat meringis kesakitan.

Menurut Sergio van Dijk, pemain cidera di lapangan memang sudah sewajarnya. Namun, jika itu terjadi secara berlebihan dan terkesan dibuat-buat, maka pertandingan sudah tidak sportif lagi. Selain itu, lanjut Sergio van Dijk, citra sepakbola Indonesia pun akan terkena dampaknya.

“Jika pemain memang mendapat cedera serius dan harus tergeletak di tengah lapangan tentunya bukan hal yang harus dipermasalahkan. Tetapi kalau terlalu sering, ini cenderung membuang waktu, sebuah sikap yang tidak baik untuk citra sepakbola Indonesia,” tukas Sergio van Dijk, di Bandung, kemarin.

“Ini juga jadi alasan mengapa saya begitu kecewa dengan aksi kiper Persita (Reky Rahayu) namun harus diakui juga saya seharusnya tidak terlalu terbawa emosi,” aku Sergio van Dijk.

Eks pemain klub Australia, Adelaide United, tersebut menyayangkan taktik permainan Persita yang dinilainya sudah melewati batas kewajaran. Sergio van Dijk sangat kecewa karena selama ini ia belum pernah bertarung melawan tim yang menerapkan gaya ”negatif” seperti Persita.

“Ya, untuk ukuran seperti saya, sikap berpura-pura cedera pemain Persita sudah kelewat batas. Lima tahun saya berpetualang di Australia, tidak pernah sekalipun mengalami hal seperti itu,” kata Sergio van Dijk.

“Mengecewakan memang, tetapi itu pilihan mereka (Persita). Hasil akhir pertandingan tidak menggembirakan, namun tidak ada yang perlu disalahkan kecuali kami sendiri,” pungkasnya.

Persib kalahkan Pelita 4-3

Persib

Tim “Maung Bandung” Persib memenangi laga derby melawan Pelita Bandung Raya (PBR) 4-3 (2-1) pada pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2013 di Stadion Siliwangi Kota Bandung, Selasa.

Persib tertinggal lebih dahulu oleh gol Sekou Camara menit ke-30. Namun tim asuhan Jajang Nurjaman itu kembali memegang kendali dengan mencetak gol balasan melalui Sergio Van Dijk menit ke 42 dan 69, Supardi menit 46 dan Kenji Adachihara menit ke-59.

Sedangkan Pelita Bandung Raya sempat mengejutkan Persib di menit-menit akhir babak kedua melalui dua gol yang diborong striker PBR Marwan Sayedeh dalam selang dua menit yakni pada menit ke-80 dan 82.

Dengan kemenangan tersebut, Sergio van Dijk dkk berada peringkat ketiga klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) 2013 dengan nilai 44 hasil 23 kali bertanding, 13 kali menang, lima seri dan lima kali kalah.

Sebaliknya Pelita Bandung Raya tertahan di peringkat ke-14 dengan nilai 24 hasil 24 kali laga, lima kali menang, sembilan seri dan 10 kali kalah.

Tim Maung Bandung yang pada dua laga sebelumnya kalah dari Arema 0-2 dan Gresik United 1-2, berupaya bangkit pada pertandingan derby sekaligus mengatasi ambisi Pelita Bandung Raya yang hendak mengambil momen point dari Persib.

Dibandingkan pada putaran pertama, pada pertemuan kedua di Bandung, Persib mendapat perlawanan yang luar biasa dari tim berjuluk Si Anak Hilang itu.

Meski mendominasi permainan, namun serangan-serangan Pelita Bandung Raya yang mengarahkan bola ke striker Sekou Camara dan Marwan Sayedeh cukup merepotkan bertahanan Persib.

Sebaliknya, Pelita yang dilatih Daniel Darko Janakovic juga memberikan perlawanan yang sepadan dan tampil tanpa beban meski harus berlaga di hadapan bobotoh Persib.

Namun demikian belum cukup bagi Nova Aryanto dkk untuk meningkatkan performance sekaligus memperbaiki hasil buruk pada dua laga sebelumnya kalah dari Persepam 0-1 dan ditahan imbang Persela 2-2.

Kehadiran Marwan Sayedeh benar-benar memberikan perubahan yang signifikan bagi Pelita, ditambah ketajaman Sekou Camara yang sejak awal sudah diantisipasi oleh barisan pertahanan Persib.

Pelatih Persib Bandung Jajang Nurjaman menyebutkan, timnya bermain jelek pada babak pertama, namun memasuki babak kedua kembali para form terbaiknya, meski kecolongan dua gol pada menit-menit akhir.

“Babak pertama pemain tampil buruk, namun pada babak kedua membaik sehingga unggul 4-1. Pada saat kondisi unggul telak dan permainan enak, pemain kehilangan konsentrasi dan itu akan menjadi evaluasi kami,” kata Jajang Nurjaman.

Ia menyebutkan, gol-gol balasan Pelita Bandung Raya dibangun dari serangan balik yang hampir sama dan gagal diantisipasi pemain belakang.

“Gol balasan Pelita hampir sama, dibangun dari serangan balik. Pelita tampil lebih baik dibandingkan putaran pertama lalu, pasokan pemain baru mereka cukup efektif,” kata Jajang Nurjaman.

Sementara itu Pelatih Pelita Bandung Raya Darko Janakovic menyebutkan timnya kehilangan momen saat unggul terlebih dahulu dan gagal mempertahankan kedudukan. Ia mengakui pada babak kedua permainan timnya mengendur, meski di akhir babak kedua berhasil mencetak dua gol yang membuat tim itu hanya kalah tipis.

“Perib bermain bagus, namun para pemain Pelita juga sudah memberikan permainan yang sangat bagus. Seharusnya kami bisa mengambil poin dari pertandingan ini, peluang kami cukup banyak pula,” kata Darko Janakovic.

Firman Absen, Persib Ajukan Banding

Firman Utina

Persib Bandung langsung melakukan banding kepada PT Liga Indonesia terkait absennya Firman Utina pada laga melawan Pelita Bandung Raya (PBR) di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa (11/6).

Larangan bermain untuk Firman tertuang dalam keputusan PT Liga Indonesia (LI) nomor 0561 tertanggal 26 April 2013, tentang koreksi regulasi Kompetisi ISL  2012/2013 pasal 58 ayat 8 tentang kartu kuning dan kartu merah yang diberikan kepada Firman saat dijamu Arema Malang beberapa waktu lalu.

Manajer Persib Umuh Muchtar berharap hukuman dapat dicabut. Menurutnya, kartu merah itu tidak layak didapat Firman. Karena saat itu, bola dalam keadaan fifty-fifty dan terjadi benturan yang wajar. Usai laga, kaki Firman justru terlihat bengkak. Sementara Egi Melgiansyah, pemain lawan yang beradu fisik dengannya, tidak mengalami cedera apapun.

“Firman sudah minta maaf. Dia juga sudah bicara tidak ada unsur kesengajaan. Saat itu kedua pemain sama-sama mengejar bola,” jelas Umuh.

Firman pun sudah menjalani larangan satu kali bertanding saat Persib dijamu Gresik United. Seharusnya dia sudah bisa bertanding saat laga kontra PBR.

“Kalau aturan, saya tidak mempermasalahkan. Yang buat kita keberatan itu kartu merahnya. Kita sudah bikin surat banding. Sekarang tunggu tanggapannya sampai besok,” tandas Umuh.

Sementara itu, Firman sendiri mempertanyakan regulasi baru yang dikeluarkan PT Liga Indonesia mengenai larangan bertanding akibat akumulasi kartu kuning dan merah yang dia terima.

“Saya tidak tahu tiba-tiba di putaran kedua berlaku tentang akumulasi kartu dan kartu merah. Kalau ada perubahan, harusnya ada pemberitahuan kepada manajemen atau pelatih, jadi kita tahu. Tidak ada komunikasi yang sinkron, padahal kita sedang belajar menjadi profesional,” keluh Firman.

“Saya sudah siap main di pertandingan besok, tapi pada kenyataannya saya tidak bisa main. Tentu ada beban tersendiri buat saya. Saya ingin sekali main. Saya sangat kecewa. Yang jadi pertanyaan sekarang kenapa hal tersebut baru berlaku di putaran kedua,” tandasnya.