Tag Archives: Josep Guardiola

Bayern Tumbang 2-1, Guardiola Murka

2014-07-18T200917Z_1227369682_GM1EA7J0BDI01_RTRMADP_3_SOCCER-GERMANY-e1407398628895-846x475

Pelatih Bayern Munich Josep Guardiola tidak bisa menyembunyikan kemarahannya saat FC Hollywood melakoni laga persahabatan menghadapi MLS All-Star. Dalam laga yang dihelat di Portland, Oregon, Rabu (7/8/2014) waktu setempat, Bayern tumbang 2-1.

Guardiola murka bukan karena hasil pertandingan. Akan tetapi kemarahan pelatih asal Spanyol dipicu oleh permainan keras yang ditampilkan tuan rumah.

Dalam pertandingan tersebut, sejumlah punggawa MLS All-Star dinilai bermain kasar. Diantaranya adalah tekel keras Osvaldo Alonso kepada Xherdan Shaqiri di menit 64 dan pelanggaran Will Johnson terhadap Bastian Schweinsteiger di menit 89.

“Saya mengerti dia (Guardiola) tidak ingin pemainnya cedera. Saya akui itu adalah tekel terburuk yang pernah saya lihat. Saya harap Schweiny (Schweinsteiger) tidak terluka,” aku Landon Donovan.

“Saya tidak yakin mereka akan mengajukan keluhan ke ofisial pertandingan,” sambungnya.

Kecewa dengan permainan kasar tuan rumah, Guardiola pun menolak untuk menjabat tangan pelatih tuan rumah, Caleb Porter.

Dalam pertandingan tersebut Bayern unggul lebih dulu lewat gol Robert Lewandowski di babak pertama. Di awal babak kedua, Bradley Wright Phillips menyamakan kedudukan di menit 51. Dan Landon Donovan memastikan kemenangan MLS All-Star setelah membalikkan keadaan di menit 70.

Guardiola: Boateng Tetap di Bayern

307224_620

Pelatih Bayern Muenchen, Josep Guardiola, menegaskan bahwa Jerome Boateng tetap menjadi bagian dari skuad asuhannya pada musim depan. Boateng dikabarkan tengah diminati mantan klub Guardiola, Barcelona.

Media-media Spanyol melaporkan Barca tengah mengincar pemain belakang asal Jerman itu. Blaugrana membutuhkan bek baru karena stok di sektor belakang sangat minim.

Tim asuhan Luis Enrique itu hanya memiliki Gerard Pique dan Marc Bartra. Sedangkan Javier Mascherano, Jeremy Mathieu, dan Sergio Busquets, yang kerap dipasang di jantung pertahanan, bukan berposisi asli sebagai bek tengah.

Namun Guardiola menegaskan bahwa Boateng tetap bertahan di Allianz Arena. “Saya tidak tahu apa yang dikatakan media,” ujar Guardiola. “Saya hanya tahu bahwa Boateng tetap menjadi pemain Bayern musim depan, seratus persen.”

Boateng sendiri masih terikat kontrak dengan Die Roten hingga Juni 2018. Musim depan, Boateng dipastikan bakal berjuang keras untuk mendapat tempat di tim utama, menyusul pulihnya Holger Badstuber setelah absen selama 19 bulan.

Muenchen Tidak Akan Pernah Goda Lionel Messi

messi-130822bDi Barcelona, Josep Guardiola berhasil meraih masa keemasannya bersama dengan pemain emasnya, Lionel Messi. Kini, pelatih asal Spanyol yang juga mantan pemain Barcelona itu akan menjalani era baru dengan mengarsiteki Bayern Muenchen.

Bersama dengan klub yang berhasil menjadi juara Liga Champions musim lalu itu Guardiola dituntut untuk bisa mempertahankan penampilan Muenchen yang kini berstatus sebagai klub satu-satunya yang berhasil meraih gelar treble-winner dalam sejarah sepakbola Jerman.

Untuk itu, Guardiola akan terus membenahi skuat dari klub berjuluk Die Rotten tersebut. Caranya, dengan membeli beberapa pemain baru. Akan tetapi, Guardiola yakin jika Uli Hoeness selaku Presiden Muenchen tidak akan mengizinkan Guardiola untuk menghambur-hamburkan uang untuk memboyong pemain, terutama Lionel Messi.

“Uli Hoeness tentu saja tidak akan pernah menawarkan saya untuk mengeluarkan uang yang besar agar bisa menggoda Messi,” ujar Guardiola seperti yang dikutip dari Goal.

“Bayern Muenchen tidak bekerja seperti itu, lagi pula pemain itu bahagia di Barcelona,” Guardiola menjelaskan.

Dalam kesempatan itu, Guardiola pun optimistis jika klub barunya tersebut akan menjalani musim yang bagus. Dalam 22 hari ke depan, Muenchen akan menjalani tujuh pertandingan.

“Perasaan saya mengatakan apabila kami akan menjalani musim yang bagus, dan pada bulan Mei kami akan berjuang untuk mendapatkan gelar juara,” pelatih berusia 42 tahun itu menambahkan.

“Kami akan menjalani pekan-pekan yang luar biasa, dan kami siap menghadapi tantangan yang ada di depan kami,” pungkas Guardiola.

Bukti Guardiola bisa gantikan peran Jupp

PV52EvKL6lBayern Muenchen sukses mengasak lawannya BSV Schwarz-Weiss Rehden dengan skor 5-0 diajang DFB Pokal putaran pertama musim 2013/14. Hasil ini disambut gembira oleh salah satu bintang Die Roten Thomas Muller. Artinya kemenangan ini dianggap merupakan bukti bahwa Pep Guardiola mampu menggantikan Jupp Heyncks.

Muller tampil gemilang setelah berhasil menjaring hat-trick di laga tersebut. Pengagwa Internasional Jerman ini menilai timnya menuju ke arah yang benar untuk mengulangi kesuksesan seperti musim lalu.” Kami puas dengan hasil 5-0 dan saya senang saya mencetak beberapa gol. Kami berada dalam kondisi yang baik dan menuju ke arah yang lebih baik, bersama pelatih baru kami (Guardioala)” kata Muller usai pertandingan.

Setali tiga uang, rasa puas juga terpancar dari pelatih Bayern Josep Guardiola. Pasalnya kemenangan ini DFB Pokal bukanlah hal yang mudah, itu tercermin pada sejumlah klub besar Bundesliga yang telah berguguran.

“Ketatnya Piala ini selalu berbahaya. Empat klub Bundesliga Werder Bremen, Borussia Mönchengladbach, Nurnberg dan Eintracht Braunschweig tersingkir kemarin. Kami harus memenangkan setiap pertandingan, tapi itu normal. Orang-orang selalu ingin lebih. Saya menerima tekanan. Kami hanya sudah bersama-sama tujuh minggu jadi kami masih harus meningkatkan performa,”kata Guardiola.

Guardiola Terus Berkesperimen di Bayern Muenchen

Guardiola3Taktik baku pelatih Josep Guardiola di Bayern Muenchen belum benar-benar bisa diraba. Laman resmi klub Jerman tersebut bahkan menyuarakan keheranannya soal taktik yang menjadi pilihan pelatih asal Spanyol itu setelah tim menjuarai turnamen pramusim bertajuk Piala Audi, kemarin dinihari. “Ia (Guardiola) kembali mengubah tim,” demikian tulisan dalam laman itu.

Guardiola memang kembali melakukan beberapa pergantian ketika menang 2-1 atas Manchester City di final Piala Audi. Sementara dalam beberapa pertandingan sebelumnya Guardiola menggunakan formasi 4-1-4-1, kali ini ia mencoba formasi 4-3-3.

Dengan formasi itu, menurut salah satu media Inggris Daily Mail, Guardiola membuat Bayern bermain mirip Barcelona di era kepelatihannya. Sebab, alih-alih menempatkan satu penyerang murni seperti Mario Mandzukic di lini depan, Guardiola justru memilih Thomas Mueller, yang bertipe penyerang sayap. Meski ditempatkan sebagai ujung tombak, sejatinya Mueller berperan sebagai penyerang bayangan alias “false 9”.

Selain itu, Daily Mail menambahkan, Guardiola melakukan eksperimen serupa dengan yang pernah dilakukannya di Barcelona, dengan menempatkan seorang gelandang bertahan sebagai bek tengah. Semasa di Barcelona, ihwal itu dicoba Guardiola kepada Javier Mascherano. Tapi, saat menghadapi City, Javi Martinez yang jadi “korban”.

Meski baru dicoba, hasilnya cukup bagus karena trofi Piala Audi kembali masuk lemari Bayern. Itu pun menjadi trofi kedua dalam tiga edisi turnamen yang sudah ada. Meski hanya ekshibisi, paling tidak bisa mengobati kehilangan trofi Piala Super Jerman setelah kalah dari Borussia Dortmund pada Sabtu pekan lalu.

Perubahan formasi itu pun barangkali merupakan wujud koreksi, seperti yang disampaikan Guardiola setelah kalah oleh Dortmund. Jika saat itu ia menempatkan Philipp Lahm sebagai gelandang, berarti ketika menjajal City, pelatih yang mempersembahkan 14 gelar bagi Barcelona itu mengembalikan sang kapten ke posisi aslinya sebagai bek sayap.

Thiago pun tidak lagi sendirian berperan sebagai gelandang jangkar dan penyalur bola seperti ketika melawan Dortmund. Saat melawan City, peran itu ia bagi dengan Bastian Schwinsteiger dan Toni Kroos. Hasilnya? Masih seperti ditulis Daily Mail, Bayern tidak memberi kesempatan kepada The Citizen (julukan City) untuk menguasai bola. “Trio itu membuat City dapat terus menguasai bola dengan mudah.”

Meski kebobolan lebih awal dari City, secara statistik Bayern sebenarnya memang lebih superior dibanding City. Mereka menguasai bola sebanyak 72 persen, sedangkan 28 persen milik City. Penguasaan bola itu jauh lebih baik dibanding ketika Bayern menantang Dortmund. Saat itu, tim asuhan Guardiola menguasai 64 persen, berbanding 35 persen milik tim asuhan Juergen Klopp, meski pada akhir pertandingan, Dortmund yang agresif-lah yang memenangi pertandingan.

Hingga tersisa sepuluh hari persiapan menjelang Bundesliga pun sepertinya Bayern akan terus berubah. Pasalnya, pemain anyar Mario Goetze belum kembali berlatih dan belum sekalipun bermain bersama Die Roten-julukan Bayern. Jika anak emas sepak bola Jerman itu kembali, entah formasi apa lagi yang disiapkan Guardiola. Pria 42 tahun itu memang menyimpan teka-teki. “Kami akan terus menganalisis permainan dan terus maju berkembang,” katanya.