Tag Archives: Tim Nasional Spanyol

Alcacer Dedikasikan Gol untuk Mendiang Ayahnya

paco alcacer

Paco Alcacer langsung mencetak gol ketika menjalani debut sebagai starter untuk timnas Spanyol. Alcacer mencetak gol kedua dalam kemenangan Spanyol atas Makedonia di Estadio Ciudad de Valencia, Selasa, 9 September 2014. Ia mempersembahkan gol untuk mendiang ayahnya.

Alcacer telah melakoni debut untuk Spanyol ketika ditaklukkan Prancis 0-1, Kamis lalu. Ia masuk menggantikan Diego Costa yang mengalami cedera pada menit 67. Cedera yang dialami Costa menghadirkan berkah bagi Alcacer ketika Spanyol meladeni Makedonia dalam pertandingan kualifikasi Euro 2016.

Tampil sebagai starter, Alcacer mencetak gol kedua Spanyol pada menit ke-17 setelah memaksimalkan umpan Juanfran. Selain itu, Alcacer memberikan assist kepada Sergio Busquets untuk mencetak gol ketiga La Furia Roja.

“Saya sangat senang dengan permainan. Bermain di Levante, Valencia, rumah saya, dan menghiasinya dengan sebuah gol serta kemenangan. Itu sangat indah,” kata pemain 21 tahun itu kepada AS. “Tim ini punya banyak kualitas. Hanya masalah waktu sebelum kemenangan besar tercipta dengan bermain dan gol yang bagus.”

Alcacer mempersembahkan gol debutnya itu kepada ayahnya, yang meninggal dunia karena serangan jantung pada 12 Agustus 2011. Tragisnya, ayah Alcacer meninggal setelah menyaksikan dirinya melakoni debut untuk Valencia.

“Tentu saja ini untuk ayah saya,” ujar pemain jebolan akademi Valencia itu. “Saya selalu mengingat dia setiap hari. Dia selalu bersama saya, dan saya mendedikasikan gol penting ini.”

Demi Juve, Fernando Llorente Nomor Duakan Timnas

2133135

 Lazimnya, seseorang, baik pesepak bola atau bukan, akan mengutamakan kepentingan negara. Tetapi tidak demikian halnya dengan bomber Juventus ini.

Fernando Llorente menegaskan bahwa ia mengutamakan Juventus. Alasannya, jika ia tampil bagus bersama Si Nyonya Tua, kesempatan untuk membela timnas Spanyol akan selalu terbuka.

Hal tersebut dikemukakan penyerang berusia 29 tahun itu setelah namanya tak disertakan pelatih timnas Spanyol, Vicente Del Bosque, untuk laga uji coba lawan Prancis dan Makedonia.

“Untuk saat ini saya sangat bahagia di Turin,” kata Llorente seperti dikutip darMarca. “Saya tak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, tetapi untuk saat ini saya tak punya niat untuk meninggalkan Juve.”

“Saya berlatih agar bisa tampil baik bersama Juve, sementara timnas adalah hadiah yang akan saya dapat dari hal itu,” ia menambahkan.

Juventus membuka lembaran baru musim ini. Pelatih Antonio Conte, yang mempersembahkan gelar Scudetto selama tiga musim terakhir, digantikan oleh Massimiliano Allegri. Llorente pun menyatakan bahwa target Juve tidak akan berubah meski terjadi perubahan di kursi pelatih.

“Kami menghadapi musim yang menarik. Liga tahun ini akan sangat sulit Roma lebih kuat, sementara tim seperti Napoli, AC Milan, Inter Milan dan Fiorentina juga bersaing untuk merebut posisi puncak, dan mereka tak mudah diatasi,” kata mantan pemain Athletic Bilbao itu.

“Target kami tetap Scudetto. Itu hal yang penting untuk dimenangkan. Lalu ada Liga Champions,” ia menjelaskan.

Bergabung dengan Juve sejak musim lalu, Llorente mencetak 16 gol dari 33 pertandingan di

“Jerman Belum Sebanding dengan Spanyol”

2133154

Mantan kapten timnas Jerman, Philipp Lahm, menilai prestasi Der Panzer belum sebanding dengan Spanyol. Baginya, La Roja masih yang terbaik.

Jerman baru saja menjadi juara Piala Dunia 2014 usai mengalahkan Argentina 1-0 di final. Gol tunggal kemenangan tim asuhan Joachim Low dicetak Mario Gotze di perpanjangan waktu.

Menjadi juara Piala Dunia bukan perkara mudah. Tapi, bagi Lahm, prestasi yang ditorehakn Spanyol lebih fenomenal. Tim asuhan Vicente del Bosque itu meraih tiga gelar juara beruntun di turmanen besar, Piala Eropa 2008 dan 2012 serta Piala Dunia 2010.

Meski gagal total di Piala Dunia 2010, bek Bayern Munchen itu menyebut Spanyol masih yang terbaik.

“Saya pikir semua orang belum bisa membandingkan kami dengan Spanyol. Mereka memenangkan tiga titel secara beruntun,” ujar Law, kepada Bild.

“Ketika Jerman bisa melakukan hal serupa, baru bisa dibandingkan dengan mereka. Bagi saya, Spanyol masih menjadi tim yang harus dikalahkan di Piala Eropa 2016 mendatang,” pemain berusia 30 tahun itu menandaskan.

Michu: Mimpi menjadi kenyataan

0jZcuqWTnZStriker Swansea City, Michu dipastikan menjadi orang paling berbahagia saat ini. Untuk pertama kalinya, pemain berusia 27 tahun itu dipercaya masuk dalam skuad timnas Spanyol untuk laga kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Belarusia dan Georgia, pekan depan.

Terpilihnya Michu tidak lepas dari absen striker Atletico Madrid David Villa karena cedera pergelangan kaki pada akhir pekan lalu. Tak berpikir panjang, akhirnya pelatih Vicente Del Bosque memilih  memberikan kesempatan kepada Michu untuk membuktikan kemampuannya menyusul rentetan aksi mengesankan selama berkostum The Swans.

Michu pun menagku pemanggilan ini bagaikan mimpi menjadi kenyataan dan tak sabar satu lapangan dengan para pemain hebat La Furia Roja macam Xavi Hernandez, Andres Iniesta, David Silva dll.

” Saya ingin menikmati pengalaman luar biasa ini. Saya berbagi ruang ganti dengan yang terbaik di dunia ,”katanya kepada Cadena SER .

” Setiap pemain Spanyol mimpi tentang hal ini. Hanya sedikit orang yang bisa memakai kemeja tim terbaik di dunia . Ada banyak absen , tapi masih ada beberapa pemain besar dalam skuad . Kita akan lihat apakah saya beruntung dan bisa bermain. Tapi saya bersyukur bisa dipanggil di timnas,” imbuhnya.

Piala Konfederasi 2013 : Tantangan Terbesar Spanyol, Mengalahkan Brazil

tim nas spanyo;Selama lima  tahun mendominasi sepakbola dunia, Spanyol terbukti mampu melewati segala tantangan yang ada. Kini satu tantangan terbesar dalam sejarah La Furia Roja sudah menunggu, yakni Brazil yang wajib dikalahkan di partai final.

Dimulai dari mengalahkan Jerman di tahun 2008 untuk menjadi juara Piala Eropa lalu berlanjut ke 2010 dengan menaklukkan Belanda di final Piala Dunia dan tahun lalu meremukkan Italia 4-0 di final Piala Eropa.

Tiga titel mayor yang didapat Spanyol itu sudah cukup menahbiskan mereka sebagai salah satu tim terbaik yang pernah ada dalam sejarah. Tapi kedigdayaan Spanyol belum lengkap rasanya karena dua hal.

Pertama mereka belum pernah menjuarai Piala Konfederasi — empat tahun lalu mereka dikalahkan Amerika Serikat di semifinal — dan kedua adalah selama berjaya dalam setengah dekade terakhir, ‘Tim Matador’ belum pernah bertemu Brazil yang merupakan lima kali juara dunia dan pemilik gelar terbanyak di Piala Konfederasi.

Maka dari itu laga final di Maracana, Senin (1/7/2013) dinihari WIB besok akan jadi ujian bagi Spanyol untuk benar-benar mengukuhkan diri mereka sebagai raja sepakbola saat ini.

“Brazil adalah favorit karena mereka bermain dikandang karena mereka didukung begitu banyak suporternya. Faktor inilah yang akan jadi penyemangat kami. Tak ada tantangan yang lebih besar dari mengalahkan Brazil di stadion mereka,” ujar gelandang Spanyol, Andres Iniesta, seperti dilansir Marca.

“Brazil adalah tim yang hebat. Selalu tampil hebat di setiap turnamen dan punya banyak pemain hebat. Kami juga punya tim yang sanagt bagus, di mana para pemain selalu menampilkan yang terbaik dan tidak diragukan lagi bahwa kami ingin merebut trofi itu,” sambungnya.

“Inilah saatnya kami merebut trofi ini dengan tim yang ada sekarang. Ini adalah laga terakhir dan tim akan coba tampil 100 persen. Tantangan ini begitu menarik,” tutupnya.