Tag Archives: Telekom Cup 2013

Moenchengladbach vs Borussia Dortmund 1-0

Moenchengladbach-vs-Dortmund-1-0-640x480

Blunder Roman Weidenfeller yang berbuah gol penalti Filip Daems di injury time babak kedua membawa hasil pertandingan Borussia Moenchengladbach vs Borussia Dortmund berkesudahan dengan skor 1-0. Berkat hasil semifinal Telekom Cup 2013, Gladbach menapak ke final dan menunggu pemenang Hamburger SV vs Bayern Munchen. Sementara, pasukan Juergen Klopp harus tersingkir secara tragis.

Juergen Klopp tetap memainkan formasi 4-2-3-1 khasnya dengan mendorong Ilkay Gundogan untuk menempati posisi yang ditinggalkan Mario Goetze. Sementara, Robert Lewandowski dijadikan tumpuan. Sementara itu, Gladbach memamerkan Max Kruse dan Rafael, dua pemain anyar yang didapatkan dalam bursa transfer musim panas kali ini.

Tidak ada gol tercipta sepanjang 30 menit pertama meski kedua tim tampil terbuka. Marco Reus (’5) membuka peluang dengan tendangan bebasnya yang mudah diamankan Marc Andre ter Stegen. Kiper muda Jerman yang menggiurkan banyak klub besar Eropa, kemudian mendapatkan beberapa tes oleh serangan-serangan cantik BVB. Tidak hanya dari Reus, tetapi juga dari Jonas Hoffman. Namun, bukan berarti Roman Weidenfeller tidak mendapatkan ujian.

Kehadiran Raffael yang cukup ‘nyetel’ dengan tim barunya, membuat pertahanan Dortmund beberapa kali tertembus pula. Acungan jempol layak diberikan kepada Mats Hummels yang menjadi koordinator bek runner-up Bundesliga.

Juergen Klopp kemudian menyodorkan Sebastian Kehl dan Erik Durm di awal babak kedua. Namun, yang terjadi adalah penurunan intensitas serangan. Dortmund seperti meninggalkan Robert Lewandowski sendirian di depan dan kebuntuan belum terpecahkan. Kehadiran Julian Schieber tidak banyak menolong BVB meski ada kemelut di menit 49 yang nyaris mengubah hasil pertandingan.

Ketika semua orang berpikir pertandingan akan berakhir dengan adu penalti, mereka salah. Menit 60, Roman Weidenfeller melakukan kesalahan, terlalu lama mengontrol bola kala menerima back pass. Apa boleh buat, ia mesti menjatuhkan Raffael di kotak terlarang. Penalti diberikan dan kapten Filip Daems sukses mengecoh sang kiper veteran. Tumbanglah Dortmund dalam keadaan yang tak mungkin bangkit lagi. Skor akhir 1-0 dan Gladbachlah, bukan Dortmund, yang melangkah ke partai puncak.

Borussia M’gladbach (4-4-1-1): ter Stegen; Korb, Stranzl,  Brouwers, Daems; Kramer, G. Xhaka,  Younes,  Rupp; Raffael – M. Kruse

Borussia Dortmund (4-2-3-1): Weidenfeller; Großkreutz, Sokratis, Hummels, Schmelzer; S. Bender (Kehl ’31), Sahin; Hofmann, Gündogan (Durm ’31), Reus; Lewandowski (Schieber ’44)

Hamburg vs Bayern Munchen 0-4

Bayern-Munich-3-640x427

Bayern Munich sukses menembus final Telekom Cup 2013 setelah gol Jerome Boateng (’12), Mario Mandzukic (’41), Toni Kroos (’44), dan Thomas Mueller (’52) menciptakan hasil pertandingan Hamburg vs Bayern Munchen berujung dengan skor 0-3. Kemenangan di babak semifinal ini, membuat Pep Guardiola lolos tes pertama sebagai pelatih baru Bayern, peraih treble winners musim lalu. Thiago Alcantara, jebolan Barcelona, menjalani debutnya untuk Bayern di laga ini.

Pep Guardiola meletakkan beberapa pemain kunci Bayern Munchen di bangku cadangan, termasuk Manuel Neuer, Dante, Javi Martinez, Thomas Mueller, dan Arjen Robben. Sebaliknya, Thiago Alcantara yang digaetnya dari Barcelona langsung dimainkan. Sementara Hamburg memainkan duo pemain barunya, Lasse Sobiech dan Jascquez Zoua.

Bayern Munchen yang tidak bermain cepat tapi mengutamakan ball possessions, membutuhkan waktu sebelas menit untuk menghasilkan peluang pertama yang harus dibendung oleh kiper gaek Jaroslav Drobny. Dan semenit kemudian bocorlah gawang HSV.

Jerome Boateng pelakunya. Dengan cara yang tak menyenangkan Drobny. Dua kali ia berhasil menggagalkan tembakan jarak dekat Claudio Pizarro. Tapi sang bek tengah Muenchen ada di posisi paling menyenangkan untuk mencocor bola masuk gawang. Sebuah gol yang layak untuk juara Bundesliga musim lalu.

Duel para gelandang kemudian mewarnai laga. Rafael Van der Vaart memimpin Hamburg untuk bangkit, sementara lini tengah Bayern Munchen menjadi penyuplay bola untuk Mario Mandzukic dan Claudio Pizarro. Sayang, tidak ada gol tambahan hingga 30 menit pertama berakhir.

Paruh kedua menjadi neraka bagi Hamburg. Menit 41, gawang mereka jebol kembali. Kali ini melalui Mario Mandzukic. Umpan lambung dari Thiago Alcantara yang cantik, disodorkan begitu saja oleh Franck Ribery kepada sang penyerang maut yang bebas. Tidak ada kesulitan bagi Bayern mencetak gol kedua, dan mereka belum mau berhenti.

Tiga menit kemudian, Toni Kroos yang bergerak di sisi kanan pertahanan lawan, melepaskan tembakan kencang yang tak bisa dibendung oleh Drobny. Thomas Mueller yang menggantikan Mandzukic melanjutkan pesta gol Bayern dengan tandukan menyambut umpan kapten Philipp Lahm di menit 52.

Tidak ada gol tambahan di sisa pertandingan. Bayern Munchen berangkat ke final dengan penuh gaya. Skor 0-4 bisa jadi merefleksikan apa yang terjadi dengan lawan-lawan mereka di Bundesliga dan Liga Champions musim depan.

Hamburger SV (4-2-3-1): Drobny – Sala, Westermann, Sobiech, Jansen (Rajkovic ’48) – Arslan, Badelj – Ilicevic, van der Vaart (Calhanoglu ’48), Beister – Zoua

Bayern München (4-1-4-1): Starke – Lahm, van Buyten, Boateng (Kirchhof ’48), Alaba – Thiago (Hojbjerg ’48)- Kroos, Pizarro (Robben ’42), Ribery (Green ’54), Shaqiri – Mandzukic (Mueller ’42)