Tag Archives: Real Madrid vs Atletico Madrid

Liga Champions 2014:Real Madrid vs Atletico Madrid Bertemu Di Final

Hasil-Liga-Champions-2014-Real-Madrid-vs-Atletico-Madrid-Bertemu-Di-Final

Hasil Liga Champions 2014 akhirnya mempertemukan Real Madrid vs Atletico Madrid di partai puncak. Hal ini diperoleh setelah kedua tim sama-sama memperoleh kemenangan fantastic atas lawan-lawannya di partai semi final. Seperti yang diketahui pada laga dini hari tadi, Atletico Madrid berhasil melaju ke final setelah mengalahkan Chelsea dengan skor 3-1. Sedangkan El Real sudah memastikan ke final sehari sebelumnya pasca menggugurkan sang juara bertahan dengan skor 4-0.

Pada laga yang berlangsung dini hari kemarin, Real Madrid berhasil menundukkan tuan rumah Bayern Munchen empat gol tanpa balas. Adalah Sergio Ramos yang membuka keran gol kemenangan Real Madrid. Sundulan kepalanya memanfaatkan sepak pojok Luca Modric membawa El Real unggul 1-0 pada menit 16. Bahkan Ramos berhasil menggandakan keunggulan di menit 20 lagi-lagi melalui sundulan kepala yang memanfaatkan tendangan bebas Di Maria.

Unggul 2-0 tidak membuat El Real lengah, sebaliknya justru menambah keunggulan melalui Ronaldo di menit 34. Berawal dari serangan balik cepat, Benzema memberi umpan kepada Bale yang kemudian dilanjutkan dengan menggiring bola hingga ke mulut gawang. Tepat di depan Gawang Bale yang sudah berhadapan dengan penjaga gawang justru memberi umpan pada Ronaldo yang berdiri bebas. Tanpa kesulitan peman berjuluk CR7 ini membawa Madrid Unggul 3-0. Selain mencetak gol ketiga, Ronaldo juga mencetak gol keempat Madrid ke gawang Munchen melalui tendangan bebasnya pada menit 90.

Lawan Real Madrid di Final adalah rival sekotanya sendiri Atletico Madrid. Bertandang ke markas Chelsea, Atletico Madrid mampu tampil memukau dan menghancurkan anak asuh Jose Mourinho dengan skor 3-1. Chelsea yang sempat unggul lebih dulu melalui Fernando Torres pada menit 36 mampu disamakan oleh Andrian Lopez beberapa menit jelang turun minum.

Usai turun minum, tim tamu benar-benar perkasa. Tidak tanggung-tanggung, dua gol berhasil disiptakan oleh anak asuh Diego Simeone melalui Diego Costa pada menit 60 dan Arda Turan tepat pada menit 72. Kemenangan 3-1 ini menjadikan Atletico berhak melaju ke final Liga Champions 2014 menghadapi saudara dari kota Madrid, Real Madrid.

Modric Membantu Rekor Tidak Kemasukan Casillas

Real Madrid v CA Osasuna - Copa del Rey: Round of 8Kemenangan Real Madrid atas Atletico Madrid diwarnai dengan sukses Iker Casillas mencetak rekor baru. Dan, sukses “San Iker”—julukan Casillas—diwarnai pula oleh aksi heroik rekan setimnya, Luka Modric. Ya, kemenangan 3-0 “Los Merengues” di semifinal pertama Piala Raja, Rabu (5/2) atau Kamis dini hari WIB, ditandai pula dengan rekor tidak kemasukan Casillas menjadi 772 menit.

Namun, catatan itu tidak akan terjadi tanpa andil Modric. Tepatnya menit ke-72, ketika dia berdiri di bawah mistar timnya. Saat itu, gelandang Kroasia ini membuang bola tandukan bek Atletico, Diego Godin. Drama itu terjadi saat “Los Blancos” sudah memimpin pertandingan dengan skor 2-0 lewat gol Pepe dan Jese Rodriguez. Ya, rekor clean-sheet Casillas berlanjut karena peran Modric.

Bagi Casillas, pertandingan ini memang tidak mudah. Kiper timnas Spanyol ini sempat harus menyelamatkan gawangnya dari tendangan bek Atletico, Joao Miranda, yang menerima umpan Koke Resurreccion. Aksi pemain Atletico itu mirip dengan momen ketika dia membawa timnya meraih kemenangan di final Piala Raja musim lalu.

REAL MADRID Vs ATLETICO MADRID : Lalui Ekstra Time, Atletico Pecundangi Madrid 2-1

atletico Madrid2

Penderitaan Atletico Madrid atas rival sekotanya, Real Madrid, selama 14 tahun akhirnya berakhir. Atletico akhirnya mampu mengalahkan Madrid dalam final Copa del Rey atau Piala Raja dengan skor 2-1 di Stadion Santiago Bernabeu, Sabtu (18/5/2013) dini hari WIB.

Kemenangan Atletico ditentukan melalui perjuangan keras. Los Rojiblancos, julukan Atletico, menundukkan Madrid lewat gol pemain belakang, Miranda di masa ekstra time. Babak ekstra time atau tambahan digelar setelah kedua tim bermain 1-1 di waktu normal. Madrid sempat unggul lebih dulu melalui gol Cristiano Ronaldo di menit ke-14, namun mampu disamakan Diego Costa pada menit ke-35.

Kemenangan ini membuat Atletico memenangi trofi Copa del Rey atau Piala Raja pertamanya sejak 1996.

Sementara, bagi Madrid ini merupakan kekalahan kali kedua atas Atletico di final Copa del Rey. Kekalahan pertama terjadi pada tahun 1992 saat kedua tim juga dipertemukan di babak final. Selain itu, akibat kekalahan ini Madrid harus rela mengakhiri musim tanpa satu gelar apa pun.

Jalannya Pertandingan

Mengusung misi memboyong trofi Copa del Rey Madrid coba menunjukkan kualitas terbaiknya kala menghadapi Atletico. Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, menerapkan formasi 4-4-2 dengan menempatkan Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema di lini depan.

Di sisi lain, Atletico, yang mengusung misi untuk menyudahi penderitaan dari Madrid selama 14 tahun,  menempatkan duet dinamiknya, Radamel Falcao dan Diego Costa, di lini depan.

Sesaat setelah kick off dibunyikan wasit Carlos Clos, Atletico langsung berusaha menyerang. Namun, kondisi itu hanya bertahan beberapa saat karena dihalau barisan belakang Madrid.

Sejak itu, Madrid pun langsung menerapkan pole position. Upaya Madrid menguasai permainan berjalan cukup mulus. Dengan memainkan umpan-umpan pendek Los Blancos, julukan Madrid, mampu mengurung pertahanan Atletico.

Sementara, Atletico cenderung melakukan serangan balik. Namun, alur serangan Los Rojiblancos yang terkesan sporadis belum mampu membongkar pertahanan Madrid yang solid.

Upaya Madrid menciptakan keunggulan akhirnya terlaksana di menit ke-14. Tandukan CR7 menyambut sepak pojok Ozil tak mampu dibendung kiper Atletico, Thibaut Courtois. Ini merupakan gol ke-55 Ronaldo di semua kompetisi musim ini dan ketujuh di ajang Copa del Rey.

Keunggulan Madrid tak bertahan lama. Pada menit ke-35 upaya Atletico menyamakan kedudukan berbuah manis. Falcao yang mendapat pengawalan ketat mampu lolos untuk melepaskan umpan terobosan mendatar ke Costa. Costa yang lolos dari pengawasan lini belakang Madrid pun mampu menceploskan gol ke gawang Madrid untuk menciptakan kedudukan menjadi 1-1.

Kedudukan 1-1 ini bertahan hingga babak pertama usai.

Memasukki babak kedua, permainan tak banyak berubah. Madrid yang unggul penguasaan bola terus melakukan tekanan. Sedang, Atletico lebih banyak melancarkan serangan balik melalui Costa dan Falcao.

Pada menit ke-60, Madrid nyaris menciptakan keunggulan. Diawali aksi heroik CR7 di sayap kiri, Benzema menyambut bola untuk mencetak gol. Sayang, tendangan striker asal Prancis itu masih membentur mistar. Bola liar tendangan Benzema, yang disambut Ozil pun masih mampu dihalau bek Atletico, Juan Fran. Usaha Madrid pun urung berbuah gol.

Selang tujuh menit Madrid kembali mendapat peluang emas lewat tendangan bebas Ronaldo. Namun, tendangan bebas striker 27 tahun itu kembali gagal membuahkan gol karena membentur mistar gawang sebelah kiri Atletico. Ronaldo nampak frustasi akan kegagalannya ini.

Memasukki menit ke-75, tensi pertandingan kian memanas. Laga diwarnai protes keras Jose Mourinho kepada wasit, yang banyak membuat keputusan merugikan timnya. Akibat protes itu, Mourinho pun diusir keluar dari pinggir lapangan.

Tanpa sang pelatih di sisi lapangan, kebuntuan Madrid pun berlanjut. Hingga peluit panjang tanda berakhirnya waktu normal, baik Madrid maupun Atletico tak mampu menciptakan gol tambahan dan membuat babak tambahan atau ekstra time digelar.

Pada masa ekstra time, Atletico mampu memecah kebuntuan. Pada menit ke-98, tandukan Miranda menyambut sepak pojok Koke tak mampu dihalau Diego Lopez. Atletico pun unggul 2-1.

Tertinggal membuat Madrid panik. Di menit ke-113, Madrid bahkan harus bermain 10 pemain setelah Ronaldo mendapat kartu kuning kedua. CR7 diusir keluar lapangan setelah melanggar secara keras Gabi Fernandez.

Hingga laga berakhir, upaya Madrid menyamakan kedudukan tak menuai hasil. Atletico pun tampil sebagai juara dan mengangkat trofi Copa del Rey pertamanya sejak 1996.

Susunan Pemain

Real Madrid (4-4-2)

Diego López (Gk); Essien, Albiol, Ramos, Coentrão (Arbeloa 91’); Xabi Alonso, Khedira, Modric (Di Maria 91’), Özil; Cristiano Ronaldo , Benzema (Higuain 91’)

Cadangan: Casillas, Kaká, Carvalho, Arbeloa, Higuaín, Callejón y Di María.

Atletico Madrid (4-4-2)

Courtois, Juanfran, Godín, Miranda, Filipe Luis; Gabi, Mario Suárez, Koke, Arda Turan; Diego Costa (Adrian 105+2’), Falcao

Cadangan:Asenjo, Cata Díaz, Tiago, ‘Cebolla’ Rodriguez, Raúl García, Adrián y Óliver

Simeone: Madrid Jauh Lebih Baik dari Kami

diego simoneAtletico Madrid akan bertandang ke Santiago Bernabeu untuk menghadapi Real Madrid di partai puncak Copa del Rey. Laga bertajuk El Derbi Madrileno itu sendiri akan dilangsungkan Jumat (17/5/13) malam waktu setempat atau Sabtu (18/5/13) dinihari WIB, dan digadang akan berlangsung seru karena kedua tim tidak ingin mengakhiri musim ini tanpa gelar.

Menjelang pertandingan ini, Entrenador Atletico, Diego Simeone, angkat bicara. Bagi pelatih asal Argentina itu, Madrid tidak dipungkiri jauh lebih baik dari timnya. Karenanya, Simeone akan berusaha meminimalisir terjadinya kesalahan yang akan dilakukan timnya.

“Kami tidak bisa menerima atau membuat kesalahan saat melawan mereka. Mereka lebih baik, itu tidak bisa dipungkiri. Tapi semuanya bisa berubah dalam satu pertandingan, semuanya masih mungkin,” ujar Simeone.

Akan tetapi, walau Madrid akan menjadi lawan yang sulit untuk skuat berjuluk Los Rojiblancos itu, Simeone tetap mencoba untuk optimistis dan yakin apabila timnya masih memiliki kemungkinan untuk menang.

“Kami berharap dapat memberikan harapan untuk semua orang. Dengan kerja keras dankerja sama tim, kami akan bisa menyaingi Real Madrid untuk meraih kesuksesan,” terang Simeone.

Madrid Lebih Diunggulkan, Namun Atletico Tak Gentar

real madrid vs atletico2

Real Madrid memang lebih diunggulkan memenangi trofi Copa del Rey atas rival sekotanya, Atletico Madrid. Namun, skuat Los Rojiblancos, julukan Atletico Madrid, mengaku tak gentar.

Atletico akan tampil sebagai tim underdog kontra Madrid pada partai final Copa del Rey. Selain selama kurun 14 tahun tak pernah menang dari Madrid, gelaran final yang akan digelar di markas Madrid, Santiago Bernabeu, Sabtu (18/5/2013) dini hari WIB, membuat Atletico diprediksi kembali kalah dominan dibanding tim sekotanya itu.

Namun berbekal catatan sejarah pertemuan kedua tim di babak final Copa del Rey, Los Rojiblancos mengaku percaya diri mampu membalikkan seluruh prediksi. Pada pertemuan terakhir keduanya di partai final Copa del Rey pada 1992, Atletico, yang juga tak diunggulkan, secara mengejutkan mampu mengalahkan Madrid untuk tampil sebagai juara.

Hal inilah yang membuat motivasi para pemain Atletico kembali terpacu untuk mengalahkan Madrid. “Untuk anggaran dan para pemain yang mereka miliki, mungkin benar jika mereka difavoritkan, namun final adalah berbeda dan tidak selalu tim yang difavoritkan akan meraih kemenangan,” ujar kiper Atletico, Thibaut Courtois.

“Saya telah memainkan dua final, salah satunya melawan, Chelsea, yang lebih difavoritkan, dan kami menang 4-1 (Super Eropa 2012). Tekanan ada pada Madrid,” imbuh kiper asal Belgia itu.

“Saya yakin itu akan menjadi akhir dari detail-detail yang kecil. Saat Anda bermain melawan Barcelona atau Real Madrid, permainan mereka selalu kalah atau menang dalam detail-detail yang kecil. Pada Jumat [Sabtu dini hari WIB] nanti akan sama. Itulah yang akan menjadi kunci. Jika kami bertahan dengan baik, kami bisa menciptakan clean sheet dan kami bisa menghasilkan peluang. Kami bisa mengalahkan mereka.”

“Saya lebih suka menang. Tapi jika kami bisa meninggalkan dengan clean sheet juga, itu lebih baik. Ini bisa menjadi 0-0 lalu dilanjutkan ekstra time dan penalti atau mungkin kami bisa menyelesaikan hasil akhir 3-2 atau sesuatu. Saya berharap memenangi final.”

Terkait ancaman Ronaldo di lini serang Madrid, Courtois mengaku tak merisaukannya. “Saya tak peduli [untuk rekornya terdahulu melawan Atleti], meski saat melawan saya dia melakukannya dengan baik. Dia pemain hebat dengan tendangan dahsyat. Saya bermain melawannya beberapa kali dan tahu bagaimana mempersiapkannya. Saya juga belajar tentang hal-hal ini.”