Tag Archives: Guardiola

Enrique Terus Cari Formasi Barcelona yang Pas

291436_620

Barcelona – Luis Enrique, pelatih baru Barcelona yang menggantikan Gerardo Martino, saat ini masih terus mencari ramuan terbaik untuk timnya. Dalam dua uji coba sebelumnya, yaitu saat mengalahkan Huelva 1-0 dan ditahan Nice 1-1, ia sudah menunjukkan kreativitasnya dengan memperkenalkan formasi baru: 3-2-3-2. Formasi tersebut sudah beberapa kali dicoba dalam latihan.
Penerapan formasi baru itu sudah memunculkan tanggapan positif di kalangan suporter dan pengamat. Langkah Enrique dianggap sebagai angin segar. Sepeninggal Josep Guardiola, permainan Barca yang mengandalkan formasi 4-3-3 dianggap terlalu monoton dan gampang diprediksi lawan. Saat masih bersama Guardiola, Barca mampu bermain dengan banyak formasi, yakni 4-3-3, 3-4-3, 3-3-4, bahkan pernah juga 3-7-0.

Formasi 3-2-3-2 diperkenalkan Enrique untuk mengakomodasi banyaknya pemain dengan kemampuan menyerang yang bagus. Selain itu, formasi tiga bek dipilih karena kurangnya stok pemain bagus pada lini belakang, terutama setelah pensiunnya Carlos Puyol dan semakin menurunnya kemampuan Alves, seperti yang terlihat dalam Piala Dunia 2014, saat dia tergeser oleh Maicon yang sudah berumur.

Dalam skema baru ini, Suarez akan diplot untuk diduetkan dengan Neymar pada lini depan. Messi berada di belakang keduanya, seperti peran dia dalam timnas Argentina. Di sisi kanan dan kiri bintang Argentina ini ada Andres Iniesta dan Rakitic. Posisi dua gelandang diisi oleh Sergio Busquets dan Mascherano. Adapun lini belakang bakal diisi oleh Jeremy Mathieu, Gerard Pique serta Marc Bartra atau Jordi Alba.

Marca melaporkan formasi baru itu mengutamakan fleksibilitas. “Tiga bek akan memungkinkan pemain sayap membantu serangan saat tim menguasai bola, dengan Mascherano dan Busquets membantu pertahanan saat tim kehilangan bola,” demikian harian Spanyol itu mengutip penjelasan seorang staf pelatih Barca. “Lima gelandang juga berfungsi ganda. Selain mendominasi penguasaan bola, formasi ini akan membuat tim lebih solid.”

Masalah lain, karena skuadnya belum lengkap, Enrique belum bisa menerapkan formasi tersebut secara maksimal. Dalam laga uji coba hari ini, tim ideal belum bisa dia turunkan. Suarez masih harus menjalani hukuman, sedangkan Neymar juga masih belum sepenuhnya pulih dari cedera.

Namun, sejak memulai latihan pada 14 Juli lalu, kiprah Enrique, mantan pelatih Barcelona B yang pernah menukangi AS Roma dan Celta Vigo sudah memunculkan optimisme. Rafinha, yang pernah menjadi andalan Enrique di Barcelona B, menilai pelatihnya itu merupakan sosok mumpuni untuk membangkitkan Barca yang pada musim lalu gagal meraih gelar. “Ia pelatih dengan gagasan yang jelas dan akan meraih sukses dengan mudah,” kata gelandang yang pada musim lalu dipinjamkan ke Celta Vigo itu.

Optimisme juga ditunjukkan Iniesta. Ia menilai Barca di bawah asuhan Enrique bisa menyamai prestasi saat tim itu masih diasuh Guardiola, terutama pada musim 2008/2009 saat mereka merebut tiga gelar. “Kami menjalani tahun ini seperti saat ini dengan antusiasme yang berlimpah,” kata dia.

Guardiola Buat Ultimatum, Rummenigge Membela

38guardiolaRumminage-620x352

Bayern Munich baru saja menggelar Rapat Luar Biasa klub. Dalam kesempatan itu, CEO Bayern Karl-Heinz Rummenigge menyempatkan diri untuk membela pelatih Josep Guardiola dari berbagai kritikan yang datang.

Guardiola mendapatkan banyak kritik setelah Bayern dibantai Real Madrid empat gol tanpa balas di Allianz Arena. bayern kemudian juga tersingkir dari semifinal Liga Champions dengan agregat 0-5 dari El Real.

Guardiola bahkan sempat mengatakan ultimatum kecil karena terus mendapatkan kritikan. Ia mengatakan bahwa para direktur boleh mempertimbangkan lagi apakah ia masih orang yang tepat untuk memimpin Die Roten.

Untuk mendinginkan situasi, Rummenigge kemudian memberikan pembelaan kepada Guardiola.

“Sangat menyakitkan bagaimana tim ini dan manajernya diperlakukan. Kami tidak kalah melawan tim tua. Situasi seperti ini bisa terjadi dan ini bukan bencana. Pep adalah manajer yang sangat sukses dan sosok yang mengagumkan. Kita harusnya gembira dia masih bersama kita.”

Guardiola Takkan Ubah Bayern Menjadi Seperti Barca

Guardiola3

Bayern Muenchen memperkenalkan pelatih barunya Josep Guardiola pada hari Senin (24/6). Pep sudah dipastikan akan menangani Bayern sejak Januari lalu menggantikan posisi Jupp Heynckes apapun hasil yang didapat pada musim 2012/2013.

Beban berat sudah menanti Pep karena musim lalu Heynckes sukses mempersembahkan treble kepada Bayern dengan menjuarai Liga Champions, Bundesliga dan DFB Pokal. Banyak pihak menanti bagaimana cara Guardiola melatih FC hollywood.

Selama melatih Barca, Guardiola menerapkan gaya bermain tiki-taka dan terbukti sukses. Sempat muncul kabar Guardiola akan membeli beberapa pemain yang dinilai cocok untuk menerapkan racikan tiki-taka di Bayern.

Guardiola menegaskan sama sekali tidak akan mencoba menerapkan gaya bermain Barcelona di Allianz Arena. Guardiola siap beradaptasi dengan cara pemain-pemain Bayern bermain.

“Pemain Barcelona memiliki kualitas yang berbeda dengan Bayern. Saya harus menyesuaikan diri dengan para pemain, bukan sebaliknya,” kata Guardiola pada konferensi pers.

“Sepakbola milik pemain, bukan pelatih. Para fans datang ke Allianz Arena untuk menonton pemain bermain bukan karena saya. Saya harus beradaptasi. Formasi yang akan saya gunakan bukan persoalan utama,” tegas Guardiola.

Guardiola masuki “lampu sorot” Bayern

Guardiola

Pep Guardiola akan melakukan konferensi pers pertamanya pada Senin sebagai pelatih kepala Bayern Munich di mana kapten klub Philipp Lahm menegaskan bahwa sang juara Eropa ingin menandai era baru.

Enam bulan setelah penunjukannya diumumkan pada Januari, mantan pelatih Barcelona ini mengambil alih jabatan pelatih juara Liga Champions dengan mengincar kesuksesan yang sama di Munich seperti yang ia nikmati di Nou Camp.

“Tujuannya adalah mengubah tahun yang layak dikenang ini menuju suatu era,” kata Lahm setelah Bayern menjadi tim Jerman pertama yang memenangi tiga gelar utama sekaligus yakni Liga Champions, Liga Jerman, dan Piala Jerman pada musim lalu.

“Tahun-tahun terbaik kami belum datang, itulah yang diharapkan setelah memenangi tiga gelar,” katanya seperti dikutip AFP.

Guardiola (42) menghadapi tiga tantangan kunci menyusul satu tahun istirahat totalnya dari sepak bola yang ia habiskan di New York, setelah memenangi 14 gelar dalam empat tahun di Barcelona.

Klub baru, kesuksesan yang diharapkan di Bayern dan tuntutan gelar yang tidak kenal iba.

Musim yang buruk berarti mereka gagal menjuarai Liga Jerman sedangkan finis di luar tiga besar – dan meraih satu tempat di Liga Champions – umumnya memicu pelatih baru dibebas tugaskan dari pekerjaannya.

Pendahulu Guardiola, Jupp Heynckess, bukan hanya meraih tiga gelar, timbesutannya juga memecahkan atau menyamai 25 rekor dalam perjalanan mereka menjuarai liga, dan hanya kehilangan 11 angka pada musim lalu.

Tim baru Guardiola mewarisi tim yang dihuni para pemain yang berego besar.

Meski mencetak gol kemenangan di final Liga Champions, pemain sayap asal Belanda Arjen Robben baru kembali menjadi pilihan pertama Heynckes menyusul cedera yang dialami Toni Kroos.

Kedatangan Mario Goetze dari Borussia Dortmund berarti persaingan di lini tengah akan menjadi sengit dan Guardiola akan harus mengatasi perselisihan-perselisihan ego.

Guardiola diharapkan memberikan konferensi pers pada Senin dalam bahasa Jerman dan hal itu akan memperlihatkan hasil apa yang dilaporkan sebagai kursus empat jam sehari selama di New York.

Bahasa Jerman bukan bahasa yang mudah, namun Guardiola dapat membuat dirinya dicintai para pemain dan pendukung, jika ia dapat mengatasi dialek Bavaria yang digunakan oleh sejumlah anggota timnya.

Dari konferensi pers Senin yang diharapkan berlangsung pukul 12.05 waktu setempat, proses penilaian akan dimulai.

“Beberapa hal akan sedikit sulit baginya,” kata mantan presiden Bayern Franz Beckenbauer, yang menjadi kapten dan melatih Jerman Barat untuk meraih trofi Piala Dunia.

“Ia harus mengulangi kesuksesan Jupp Heynckes, yang tidak dapat dilampaui, kecuali ia memenangi Piala Dunia Klub pada Desember.”

“Akan sangat menyulitkan untuk menyamai kesuksesan ini.”

Pemain sayap asal prancis Franck Ribery hanya berkomentar, “Saya tidak tahu apa lagi yang dapat kami lakukan. Berinvestasi pada trofi baru, barangkali?”

Tantangan-tantangan di dalam lapangan akan menjadi berat dan cepat setelah sesi latihan pertama pada Rabu, yang terbuka bagi para penggemar dengan kapasitas 25.000 penonton di Allianz Arena Munich.

Bekas klub Guardiola Barcelona datang ke Munich untuk memainkan pertandingan persahabatan pada 24 Juli, kemudian mereka menghadapi Dortmund di Piala Super Jerman pada 27 Juli.

Borussia Moenchengladbach menjadi lawan pertama mereka ketika Liga Jerman dimulai pada 9 Agustus mendatang.

Bayern akan menghadapi juara Liga Europa Chelsea, yang mengalahkan mereka di final Liga Champions 2012, di Piala Super Eropa pada 30 Agustus di Praha.

Piala Super Jerman, Piala Dunia Klub, dan Piala Super Eropa dapat ditambahkan pada gelar Liga Champions, Liga Jerman, dan Piala Jerman yang telah dikumpulkan pada 2013.

“Kami akan lapar untuk meraih gelar demi gelar pada musim depan,” kata Lahm, menegaskan bahwa tim ingin mengulangi kesuksesan yang sama seperti yang dinikmati Bayern pada 1970-an ketika mereka menjuarai Piala Eropa tiga kali berturut-turut.

Heynckes Yakin Bayern Sukses Bersama Guardiola

gualdiola2

Posisi Jupp Heynckes sebagai pelatih Bayern Muenchen akan diisi oleh Pep Guardiola pada musim depan. Heynckes mengakhiri hubungannya dengan Bayern dengan torehan sejarah yakni meraih treble winner.

Banyak kalangan yang menyebut kalau Pep akan memikul tugas yang berat. Pasalnya mantan pelatih Barcelona itu akan dituntut membawa The Bavarian lebih baik ketimbang era Heynckes.

Heynckes tidak terlalu merisaukan hal tersebut. Ia sangat yakin kalau Pep akan meraih kesuksesan di Bayern. “Semoga dia makin banyak meraih kesuksesan,” kata Hyenckes untuk sang pelatih baru.

“Saya akan terguncang jika Bayern kembali memenangi liga (Jerman) dan Liga Champions,” kata Heynckes, yang membawa Bayern meraih tiga gelar bersejarah pada musim lalu, kepada Kicker.

Ia meyakini dengan menunjuk Guardiola sebagai pelatih baru, Bayern memilih orang yang tepat untuk menangani raksasa Jerman itu. “keputusan tepat untuk generasi yang akan datang,” kata Heynckes.

Guardiola, yang memenangi 14 trofi bersama Barcelona, akan menjalankan sesi latihan pertamanya sejak pindah ke Muenchen pada 26 Juni nanti setelah menghabiskan pekan pertamanya di kota Jerman itu untuk menyesuaikan diri.