Tag Archives: FIFA

Sidang Banding Suarez Digelar

2014-08-08T062107Z_1160945237_GM1EA8813QR01_RTRMADP_3_SOCCER-URUGUAY-SUAREZ-e1407488907236-846x475

Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), Jum’at (8/8/2014), menggelar sidang banding perdana atas kasus yang melibatkan pemain tim nasional Uruguay, Luis Suarez. Suarez mengajukan banding atas hukuman yang dijatuhkan FIFA kepadanya terkait aksi gigit yang terjadi di pertandingan Piala Dunia.

Dengan diantar sebuah taksi, Suarez tiba di markas CAS di Lausanne, Swiss. Di kepung awak media saat hendak memasuki gedung, Suarez menolak berkomentar kepada media.

Sidang banding perdana itu sendiri berlangsung tertutup. Pejabat CAS mengatakan, pengadilan akan mempelajari kasus tersebut terlebih dulu sebelum mengambil keputusan.

“Keputusan final akan diambil dalam beberapa hari mendatang,” bunyi sebuah pernyataan yang dikeluarkan CAS.

Suarez sebelumnya telah mengajukan banding ke Komite Disiplin FIFA. Namun Suarez kalah dalam banding tersebut.

Gagal di Komite Disiplin FIFA, Suarez pun kini membawa kasusnya ke Pengadilan Arbitrase Olahraga atas hukuman FIFA yang dinilai terlalu berat.

Salah satu hukuman yang dijatuhkan FIFA membuat pemain yang baru saja bergabung dengan Barcelona tidak bisa memperkuat klub barunya hingga akhir Oktober mendatang.

Aksi gigit Suarez di ajang Piala Dunia beberapa waktu lalu itu terjadi di menit 79 saat Uruguay berhadapan dengan Italia dalam laga penentuan yang berlangsung Selasa (24/6/2014). Akibat ulahnya tersebut Suarez dijatuhi hukuman sembilan kali larangan tampil di pertandingan internasional bersama La Celeste dan hukuman empat bulan tidak boleh terlibat dalam kegiatan yang berbau sepak bola. Selain hukuman larangan bermain, pemain 27 tahun juga dijatuhi denda lebih dari Rp1,3 miliar.

Aksi gigit pemain lawan yang dilakukan Suarez dalam pertandingan bukanlah hal baru. Pemain 27 tahun sebelumnya telah dua kali mendapat hukuman larangan bermain karena melakukan hal serupa. Sebelum Chiellini, mantan punggawa PSV Otman Bakkal dan pemain Chelsea Branislav Ivanovic pernah merasakan perihnya gigitan pemain 27 tahun itu.

FIFA menegaskan teknologi garis gawang

franklamparddisallowedgoalenglandvgermany20100619_275x155

FIFA telah mengumumkan bahwa perusahaan Jerman GoalControl GmbH akan menjadi penyedia teknologi garis gawang untuk final Piala Dunia 2014 setelah percobaan yang sukses di Piala Konfederasi . GoalControl dianugerahi kontrak untuk Piala Konfederasi , ditambah Piala Dunia Klub dan Piala Dunia , pada bulan April.

FIFA mengeluarkan pernyataan yang berbunyi : . ” Pengumuman hari ini mengikuti proses evaluasi di mana departemen terkait dalam FIFA memeriksa penggunaan GoalControl – 4D selama Piala Konfederasi FIFA Walaupun tidak ada insiden garis gawang di mana teknologi itu diperlukan untuk menentukan apakah gol telah mencetak gol , sistem memenuhi semua persyaratan FIFA yang diperlukan dan menunjukkan setiap satu dari 68 gol dengan benar . yang penting, ada juga tingkat kepuasan yang tinggi dilaporkan oleh ofisial pertandingan .

“Selain itu , FIFA saat ini dapat mengkonfirmasi bahwa GLT akan digunakan di FIFA Club World Cup yang akan dimainkan di Maroko 11-21 Desember 2013 dan GoalControl GmbH akan menjadi penyedia GLT resmi untuk acara tersebut .

” Penggunaan GoalControl – 4D di Maroko dan Brasil akan dikenakan tes instalasi akhir di setiap stadion , yang merupakan prosedur standar sebagai bagian dari proses sertifikasi resmi didefinisikan dalam GLT Pengujian Manual. Tes ini akan dilakukan oleh independen tes lembaga . Sebelum awal setiap pertandingan , ofisial pertandingan juga akan melakukan tes sendiri , sejalan dengan prosedur operasi yang telah disetujui oleh Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional ( IFAB ) . “

FIFA Akan Tinjau Kembali Rencana Perhelatan Piala Dunia 2022 di Qatar

1379966168Federasi sepak bola dunia, FIFA, memastikan akan menggelar diskusi khusus, dalam sesi pertemuan komite eksekutifnya, untuk membahas kembali penetapan waktu pagelaran Piala Dunia 2022 di Qatar.

FIFA mengumumkan, Senin (23/9), bahwa rapat itu akan digelar pada 3 sampai 4 Oktober. Dalam berbagai topik yang akan dibahas, terdapat topik tentang “masa perhelatan Piala Dunia Qatar”.

Pada Juli silam, Presiden FIFA, Sepp Blatter, mengatakan bahwa dia akan membawa permasalahan Piala Dunia Qatar 2022 di rapat komite eksekutif berikutnya.

Adapun pekan lalu federasi sepak bola Eropa, UEFA, sepakat mengakui bahwa “mustahil” menggelar turnamen empat tahunan itu pada musim panas mengingat suhu dan cuaca di Timur Tengah, meski Qatar sudah berjanji akan membangun stadion yang dilengkapi dengan pendingin ruangan khusus.

UEFA, yang juga mewakili klub-klub sepak bola Eropa itu, menambahkan bahwa pihaknya terbuka untuk membahas pemindahan jadwal Piala Dunia dari yang lazimnya digelar pada Juni hingga Juli. Sebelumnya klub-klub Eropa cemas jika Piala Dunia akan digelar pada musim dingin, karena bisa mengganggu jadwa liga-liga domestik mereka.

Qatar, pada Jumat (20/9), berusaha meyakinkan negara-negara Eropa bahwa pihaknya bisa menggelar Piala Dunia pada musim panas, dengan memasang sistem pendingin ruangan khusus untuk stadion, yang juga ramah lingkungan.

FIFA Gembira Dualisme Timnas Indonesia & PSSI Telah Usai

timnas-indonesia-skuat-belanda-2013

FIFA menyambut gembira karena kondisi persepakbolaan di Indonesia mulai membaik, terutama telah tuntasnya dualisme Timnas Indonesia dan PSSI yang sebelumnya sempat terjadi. FIFA pun tak segan-segan menggelontorkan dana untuk Timnas Indonesia dan PSSI, termasuk untuk membangun pusat pelatihan Timnas Indonesia dengan anggaran biaya sebesar lebih dari 5 miliar rupiah.

“Popularitas sepakbola di Indonesia sudah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kami senang setelah beberapa masalah di internal yang sudah mempengaruhi struktur sepakbola telah selesai,” tutur Direktur Anggota Asosiasi dan Pengembangan FIFA Thierry Regenass melalui situs resmi FIFA.

Untuk itu, FIFA pun menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang akan menerima dana bantuan melalui program Goal Project FIFA, yakni sebesar 500 ribu dolar Amerika Serikat (AS) atau 5,5 miliar rupiah.

Bulan lalu, FIFA yang diwakili oleh David Borja dan Domeka Garamendi telah meninjau lokasi yang akan digunakan untuk membangun pusat pelatihan bagi Timnas Indonesia di Sawangan, Bogor.

David Borja sendiri membenarkan rencana FIFA Goal Project yang akan dilakukan untuk pertamakalinya di Indonesia. Menurut David Borja, Indonesia adalah salah satu dari tiga negara di Asia yang mengawali proyek besar tersebut.

“Kami memang punya Goal Project di seluruh dunia. Rencananya ada tiga proyek di tiga negara Asia, dan kami sangat senang bisa memulai di sini (Indonesia),” ujar David Borja saat itu.

“FIFA menyiapkan 500 ribu dolar AS untuk pembangunan infrastruktur. Di Sawangan, area sangat bagus untuk dibuat lapangan artifisial,” lanjutnya.

PSSI Lebih Beruntung Ketimbang Kamerun

Indonesia-Kamerun-Andik-Vermansyah

“PSSI”-nya Kamerun sepertinya tidak seberuntung Indonesia. Pasalnya mereka harus mendapat skors sementara dari semua kompetisi internasional oleh FIFA, karena ada campur tangan pemerintah dalam federasi sepak bola mereka.

Hukuman skorsing tersebut menyusul terpilihnya kembali Muhammad Iya sebagai Ketua FECAFOOT bulan lalu.

Para pemimpin lama FECAFOOT, kini sedang diselidiki atas tuduhan salah urus saat memimpin sebuah perusahaan kapas milik negara.

Skors FIFA tersebut kemungkinan besar mencekal Kamerun bermain dalam kualifikasi Piala Dunia lawan Libya 6 September 2013 mendatang.

“Komite Darurat FIFA telah memutuskan untuk menskors sementara FECAFOOT karena ada campur tangan pemerintah” demikian pernyataan resmi FIFA, 4 Juli 2013.

“Statuta asosiasi anggota FIFA mewajibkan mereka untuk mengelola urusannya secara independen dan tanpa pengaruh dari pihak ketiga” FIFA menambahkan.

Selama periode skors, FECAFOOT mungkin tidak bisa berpartisipasi dalam kompetisi benua, regional atau internasional. Termasuk tingkat klub atau dalam pertandingan persahabatan.

FIFA juga mengatakan akan membentuk panel darurat untuk menjalankan operasional FECAFOOT dan menyelenggarakan pemilihan ketua baru pada 31 Maret 2014.

Skors akan dicabut setelah otoritas negara memungkinkan komite normalisasi baru untuk memasuki markas FECAFOOT dan melaksanakan kegiatannya tanpa hambatan.

Sementara itu Kamerun diberi tahu soal skors FIFA hanya beberapa menit setelah mereka dianugerahi tiga poin untuk kualifikasi Piala Dunia zona Afrika.

Kamerun mendapat tiga poin setelah Togo dinyatakan bersalah karena memainkan pemain yang seharusnya dilarang tampil saat kedua negara bertanding.