Tag Archives: Champions

Perang Kata Jose Mourinho & Roberto Mancini

galatasay vs chelsea

Agak mengherankan jika dua pelatih yang baru bertemu empat kali di lapangan dalam 11 tahun terakhir ternyata sudah memiliki sejarah adu mulut yang panjang. Namun itulah yang terjadi di antara kedua pelatih ini: Jose Mourinho dan Roberto Mancini.

Awal percekcokan panas ini berkawah di Internazionale ketika Mourinho menjadi suksesor Mancini pada 2008 di mana keduanya mengklaim yang paling berjasa dalam kejayaan Nerazzurri pada periode itu. Namun jika dirunut lebih jauh, keduanya pernah bersitegang pada 2003 silam saat Mou yang saat itu masih menangani Porto mengkritik taktik Mancini, sang pembesut Lazio, dalam partai semi-final Piala UEFA.

Kini, keduanya bakal bertemu lagi di Turk Telecom Arena, Kamis (27/2) dini hari WIB di mana Galatasaray akan bertemu Chelsea dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Goal Indonesia mencoba menilik ke belakang apa saja apa kata-kata yang terlontar di antara kedua pelatih yang jauh dari kata rukun ini.

MOURINHO: “Mereka bermain 4-5-1 di partai pertama, lalu beralih memainkan tiga bek di leg kedua! Orang-orang Italia selalu berpikir sepakbola dengan basis siapa lawan mereka, lalu mengubah cara main mereka sesuai hal tersebut.”

– Mou merasa bingung dengan taktik Mancini dalam partai Porto Lazio di semi-final Piala UEFA 2003. Nantinya, Mou akan dikenal sebagai pelatih yang gemar melakukan perubahan taktik di laga-laga besar.

MANCINI: “Apakah saya membangun fondasi [Inter]? Saya bahkan membangun atapnya juga! Hal tersulit di dunia ini adalah memulai sebuah siklus. Hal-hal lain lalu mengikutinya sebagai sebuah konsekuensi.”

MOURINHO: “Saya tidak melihat bayangan Mancini dalam diri saya. Saya tidak tertarik dengan hal itu.”

– Dominasi Inter di Italia diawali dengan kedatangan Mancini sebagai pelatih, lalu disambung oleh Mourinho. Keduanya sama-sama memenangi dua scudetto. Khusus Mourinho, dia membawa Inter berjaya untuk meraih trofi Liga Champions pertama sejak 45 tahun terakhir…

MANCINI: “Saya selalu bekerja keras di Liga Champions bersama Inter, tetapi di kompetisi itu ada momen-momen di mana Anda akan bisa memenanginya dan momen itu terjadi 2010. Anda sudah mempersiapkan tahun demi tahun untuk bisa tampil baik di Liga Champions dan Anda juga harus beruntung.”

– Mancini mengklaim bahwa kesuksesan Inter di Liga Champions 2010 tak bisa dilepaskan dari peran dirinya dan menganggap sang suksesor beruntung bisa merebut trofi tetrsebut.

MOURINHO: “Real Madrid adalah Real Madrid, sebuah hal yang benar-benar nyata. Real Madrid tidak seperti klub lainnya. Tak ada satu pun tim lain di dunia ini yang bisa dibandingkan dengan Real Madrid. Tidak ada.”

– Mou menanggapi jurnalis yang mengutip pernyataan Mancini bahwa Manchester City besutannya berada satu level dengan Real Madrid. Namun Mancio langsung menganggapinya dengan cepat…

MANCINI: “Benar bahwa kami tak punya sejarah seperti Real Madrid, tetapi Manchester City sudah memenangi beberapa trofi yang kami inginkan. Dan sepuluh tahun lagi, City akan menjadi tim top seperti Real, tapi mereka tetap punya sejarah besar. Itulah perbedaannya.”

MANCINI: “Anak saya punya opini dan saya respek terhadap opininya. Mourinho adalah manajer bagus, tapi itu juga adalah opini. Jika Anda menanyakan hal tersebut kepada anaknya Mourinho, dia akan mengatakan hal yang sama.”

– Andrea Mancini, putra Roberto, mengklaim bahwa ayahnya lebih bagus ketimbang Mourinho dengan menyebut “Ayah saya lebih tahu sepakbola ketimbang Mourinho” – dan Mancini senior tampak suka dengan hal itu.

MANCINI: “Jose adalah salah satu manajer terbaik di dunia, tetapi orang-orang bisa melupakan si manajer. Para pemainlah yang akan menentukan jalannya pertandingan. Apa yang terjadi di luar lapangan tidaklah penting.”

– Ketika Manchester City akan melawan Real Madrid fase grup di Liga Champions 2012/3, Mancini tak ingin terjebak dalam perang urat syaraf dengan Mourinho.

MOURINHO: “Baguslah jika City tereliminasi karena Roberto bisa bekerja tanpa ada masalah. Jika Madrid yang tersingkir, maka pers tidak akan membolehkan saya pulang ke Madrid. Ketika Anda melihat kekuatan skuat mereka, sungguh mengejutkan bahwa mereka tereliminasi di fase grup dalam dua tahun beruntun.”

– Mou mengaku heran karena Mancini tetap bertahan sebagai manajer City setelah untuk kali kedua tersingkir dari fase grup Liga Champions (2012 dan 2013). Namun, Mancini menanggapinya cukup pedas…

MANCINI: “Mourinho bukan bos saya, bukan juga pemilik klub. Apa yang dikatakan Mourinho sungguh tidak menarik. Terkadang komentar itu akan terdengar seperti sebuah kecemburuan. Tetapi saya tidak akan di sini selama 20 tahun. Saat ini, saya di sini dan sedang bekerja dengan baik.”

MANCINI: “Kami bukan Real Madrid yang terbiasa meraih gelar setiap musim selama 100 tahun. Kami adalah Manchester City. Kami belum pernah juara sejak 35 tahun terakhir. Lalu dalam dua musim, tiba-tiba kami sudah memenangi tiga trofi.”

– Mancini mengklaim punya tanggung jawab yang lebih besar di Etihad ketimbang Mourinho di Bernabeu.

MANCINI: “Saya nantinya akan membaca berita bahwa Mourinho akan pergi ke PSG. Lalu satu hari nanti dia akan di Inter, Manchester City, Manchester United, lalu Chelsea. Saya rasa dia bekerja dengan baik. Tapi tak penting. Ini adalah pekerjaan kami dan saya tidak mengalami tekanan sedikit pun.”

– Tanggapan Mancini ketika Mourinho digosipkan akan melatih Manchester City.