Tag Archives: Bernitez

Bersama Napoli, Benitez Cari Keseimbangan

Bernitez 2

Rafael Benitez baru saja diresmikan sebagai pelatih anyar Napoli. Pelatih yang dikontrak selama dua tahun itu mengaku siap menemukan keseimbangan dalam tim I Partenopei guna meraih kesuksesan.

Benitez menyatakan telah siap mengemban tugas di Naples dan merasa takjub dengan atmosfer yang kerap diperlihatkan fans tim anyarnya. Eks manajer interim Chelsea itu dilantik guna menggantikan Walter Mazzarri yang hijrah ke Inter Milan, eks klub Benitez.

“Saya sangat senang karena memang telah melihat kota ini, tahu tentang suporter, klub dan sudah berbicara dengan beberapa pemain yang pernah bermain disini. Saya bangga bisa jadi pelatih tim kuat yang ingin terus berkembang ini,” ucap Benitez saat diperkenalkan untuk pertama kalinya.

“Napoli merupakan sebuah klub yang selalu ingin berkembang dan melakukan sesuatu yang baik. Dari tim, saya harap bisa menemukan keseimbangan untuk terus berusaha dan memenangi pertandingan,” pungkasnya.

Ini adalah kali kedua Benitez berkarier di tanah Italia. Medio 2010, dirinya pernah menukangi Inter Milan meski akhirnya hanya bertahan setengah musim saja.

Benitez Berharap Edinson Cavani Tak Pindah

Edinson Cavani

Pelatih Napoli Rafael Benitez berharap agar striker Edinson Cavani tetap bertahan di klub.

Cavani kini sedang memperkuat timnas Uruguay di ajang Piala Konfederasi. Pemain berusia 26 tahun itu sudah menyatakan untuk memutuskan masa depannya di akhir turnamen yang berlangsung di Brasil itu.

Ada sejumlah klub top Eropa yang menginginkan jasa Cavani. Sebut saja Paris Saint-Germain, Real Madrid, Chelsea, dan Manchester City.

“Setiap orang membicarakan tentang dia karena ia memang sangat kuat dan merupakan pemain penting. Saya senang ia masih bersama kami dan saya harap ia tetap ada di sini,” ujar Benitez seperti dikutip dari goal.

“Saya sudah berbicara dengan dia. Kami berbicara dengan teks.”

Benitez juga menyatakan tentang optimismenya dalam menangani Napoli, meski ia punya pengalaman buruk di Serie A ketika membesut FC Internazionale. Pelatih asal Spanyol itu yakin pengalaman buruk itu tidak akan terulang.

“Napoli adalah tim yang berbeda dengan Inter. Proyeknya juga berbeda. Ada keinginan untuk tumbuh sebagai sebuah klub dan itu cukup buat saya untuk menerima tawaran,” ujar Benitez lagi.

“Kami belajar dari kesalahan. Kami tahu kami pernah melakukan kesalahan dan apa yang bisa kami kembangkan.”

 

Untuk Rafa Terimakasih dan Selamat Jalan

bernitez

Akhirnya mayoritas suporter Chelsea menggelar puluhan spanduk ucapan terimakasih kepada Rafael Benitez. Kejadian yang serasa tak mungkin kalau mengingat spanduk “Rafa Out” yang bertebaran sejak Rafa ditunjuk menggantikan posisi Di Matteo yang dipecat di pertengahan musim ini.

Kontras itu terjadi pada Minggu, 19 Mei 2013 kemarin, saat Chelsea menang 1-0 atas Everton.  Namun usai pertandingan Rafa memilih melewatkan perayaan laga terakhir di Stamford Bridge.

Perayaan hanya diikuti para pemain dan staf kecuali Rafa. John Teryy memimpin upacaranya, yang lagi-lagi memakai seragam lengkap Chelsea padahal dia tidak masuk di daftar pemain karena cedera.

“Ini untuk keluarga dan para pemain,” kata Benitez kepada Daily, Minggu, 19 Mei 2013. Rafa juga akan mengabaikan dua pertandingan persahabatan di akhir musim lawan Manchester City di Amerika Serikat.

“Saya menerima ratusan pesan, lebih dari 200 pesan di website, dari fans Chelsea yang mengatakan ‘terima kasih banyak,” tambah Rafa. “Bagi saya itu sudah cukup, dan juga pemain menceritakan hal-hal pribadinya.”

Penolakan publik Stamford Bridge terhadap Rafa dibalas oleh pria Spanyol itu dengan trofi Liga Eropa dan tiket langsung lolos ke Liga Champions musim depan. Sejak awal melatih Chelsea, Rafa memang mengaku tidak peduli dengan cemoohan suporter terhadap dirinya. Rafa hanya ingin melaksanakan tugasnya sebagai pelatih dengan baik. “Mayoritas pendukung sangat positif pada akhirnya. Itu bagus,” tambah Rafa. Bernitez datang ke Stamford Bridge disambut dengan spanduk “Rafa Out”. Tapi Minggu kemarin suporter melepas kepergian Rafa dengan spanduk “Thank You Rafa. Job Done”, “CL 2013/14. Europa Cup 2013… Fact. Thank’s Rafa”, “Thank You Rafa. Good Bye and Good Luck”, dan “Thank’s Rafa. All The Best For The Future”.

Namun Rafa tetap tidak sentimentil dengan perpisahan hangat itu. Ia mencoba bersikap wajar. “Kita tidak bisa mengubah pendapat beberapa dari mereka. Kami mencoba untuk melakukan yang terbaik sampai akhir,” ujar Rafa.

“Thank You Rafa. We Forgive You! Good Luck,” tulis salah satu suporter Chelsea di atas spanduknya.