Tag Archives: Anzhi Makhachkala

Ini Alasan Willian Pilih Chelsea Ketimbang Spurs

willian-130912bMenjelang bursa transfer musim panas akan ditutup kemarin, mantan gelandang Anzhi Makhachkala, Willian Borges da Silva atau biasa disapa Willian, akhirnya memutuskan bergabung dengan Chelsea. Padahal kala itu, pemain berusia 25 tahun tersebut lebih dulu mendapat tawaran dari Tottenham Hotspur, bahkan sudah menjalani tes medis. Lalu, apa alasan pemain asal Brasil ini memilih The Blues ketimbang Spurs?

“Saya selalu mengimpikan bergabung dengan Chelsea,” kata Willian seperti dikutip dari harian Brasil, Globoesporte dan dilansir Mirror, Kamis (12/9/2013).

“Dan ketika Chelsea memberikan penawaran, rasanya seperti mimpi menjadi kenyataan. Di mata saya, Chelsea lebih bagus dari Spurs,” tambahnya.

Sebelum mengenakan kostum The Blues, Willian memang sempat bakal bergabung dengan Spurs. Kendati demikian, di samping impiannya bermain dengan Chelsea, tampil di Piala Dunia 2014 bersama Timnas Brasil menjadi perhitungan Willian memilih bergabung di Stamford Bridge.

“Chelsea bisa mengasah kemampuan saya dan memenuhi harapan tampil di Piala Dunia,” ujar pemain berambut kribo tersebut. “Saya sudah bicara dengan rekan saya sesama Brasil di Chelsea, khususnya David Luiz untuk membantu saya beradaptasi.”

Sementara mengenai manajer Jose Mourinho, Willian memberikan penilaian yang sangat arif. “Dia adalah manajer hebat dan semua pemain ingin merasakan sentuhannya. Jadi, saya merasa tidak salah pilih Chelsea.”

Anzhi Makhachkala pinjam gelandang The Citizens

245qwYrHkvKlub kaya asal Rusia, Anzhi Makhachkala resmi memboyong gelandang Manchester City, Abdul Razak pada detik-detik terakhir sebelum jendela transfer musim panas ditutup. Klub asal Liga Premier Inggris itu rela melepas Razak ke Anzhi hingga akhir musim kompetisi di Negeri Beruang Merah itu berakhir.

Seperti dilansir Sky Sports, Senin (2/9/2013) meski sebelumnya Razak sempat mengisi skuad utama The Citizens -julukan City- di bawah asuhan pelatih Roberto Mancini, namun setelah kedatangan kini Manuel Pellegrini ia harus tersingkir dari tim ini. Pelatih asal Chili itu memilih untuk meminjamkannya ke Anzhi pada musim ini setelah gagal bersiang dengan gelandang City seperti Rodwell, Milner, Nasri hingga Fernandinho dan David Silva.

Peminjaman kali ini merupakan kali keempat bagi sosok pemain asal Pantai Gading tersebut, yang sebelumnya pernah dikirim menimba ilmu ke Portsmouth, Brighton dan Charlton. Pemain yang beroperasi di sektor gelandang ini sebelumnya bergabung dengan City dari Crystal Palace pada 2010 dan sempay memberikan prforma impresif yang menarik perhatian Mancini.

Pemain yang membuat debutnya ketika kontra West Brom pada Februari 2011, lalu itu kini bakal merumput bersama Anzhi dan bakal  berhadapan dengan klub asal Liga Premier Inggris lainnya yakni Tottenham Hotspurs di Europa League musim ini.

Eto’o Resmi Berseragam Chelsea

etoo

Chelsea mengkonfirmasi bahwa mereka telah resmi mendapatkan Samuel Eto’o dari Anzhi Makhachkala. Pemain berusia 32 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi satu tahun. Ia pun mengaku gembira dapat bergabung dengan The Blues.

“Saya sangat senang berada di sini, tetapi saya juga sedikit gugup karena saya ingin dapat bermain secepat mungkin,” demikian pernyataan Eto’o di situs resmi Chelsea. “Itu bukan keputusan yang sulit. Saya melihat kualitas yang Chelsea miliki, dan saya sangat senang dengan Jose Mourinho, sehingga saat kesempatan itu datang, saya sangat senang menerimanya.

Eto’o memulai karirnya bersama Kadji Sporst Academy, klub asal tanah kelahirannya. Pada tahun 1997, ia bergabung dengan akademi Real Madrid, untuk selanjutnya dipinjamkan ke beberapa klub termasuk Leganes, Espanyol dan Real Mallorca.

Tampil mengesankan, status Eto’o akhirnya dipermanenkan oleh Mallorca pada tahun 2009. Puncaknya, ia mencetak dua gol untuk membantu timnya meraih kemenangan 3-0 atas Recreativo di final Copa del Rey 2003. Tak sampai di situ, Eto’o mengantarkan Mallorca melangkah ke Liga Champions untuk kali pertama dalam sejarah klub.

Naluri predator yang dimilikinya mengundang ketertarikan dari beberapa klub besar Eropa. Pada akhirnya, usai dinobatkan sebagai top skorer sepanjang masa Mallorca, Eto’o memutuskan bergabung dengan Barcelona pada tahun 2004.

Eto’o memulai debutnya saat bertandang ke markas Racing Satander di laga pembuka musim 2004/2005. Ia mencetak gol kedua untuk membantu Barcelona meraih kemenangan 2-0, sebelum mencetak empat gol di dua pertandingan berikutnya. Perkembangan Eto’o begitu signifikan. Ia bahkan mampu mencetak delapan gol di pertandingan liga dan membantu tim asuhan Frank Rijkaard merebut gelar La Liga.

Eto’o juga mencetak gol kemenangan bagi Barcelona saat mengalahkan Chelsea 2-1 di Camp Nou pada pertandingan Liga Champions, meskipun The Blues yang akhirnya berhak melaju berkat kemenangan 4-2 pada leg kedua di Stamford Bridge.

Di musim berikutnya, Eto’o memainkan peran penting saat Barcelona mempertahankan gelar domestik. Ia menyelesaikan musim dengan status top skorer dengan 26 gol. Penampilan terbaiknya terjadi di pertandingan Liga Champions, saat Barcelona mengalahkan Arsenal dengan skor 2-1 untuk kemudian keluar sebagai juara. Sempat tertinggal 1-0, Eto’o mencetak gol penyeimbang sebelum Juliano Belleti memastikan kemenangan Barcelona di babak perpanjangan waktu. Usai tampil brilian, Eto’o dinobatkan sebagai pemain Terbaik Dunia ketiga versi FIFA

Penampilan Eto’o di dua musim berikutnya tetap gemilang. Ia mengakhiri karirnya bersama Barcelona dengan mencetak gol pembuka saat Blaugrana mengalahkan Manchester United 2-0 di Roma untuk sekali lagi menjuarai Liga Champions. Selama lima tahun memperkuat El Barca, ia telah mencetak 152 gol dalam 232 penampilan.

Pada musim panas 2009, Eto’o memilih hijrah ke Italia. Di bawah arahan Jose Mourinho, pelatih Inter Milan saat itu, Eto’o tampil cukup baik di musim pertamanya. Ia mencetak gol di pertandingan debutnya di Serie A dari titik penalti untuk menahan imbang Bari 1-1.

Eto’o mencetak satu-satunya gol untuk Inter saat mereka mengalahkan Chelsea dengan skor 1-0 di Stamford Bridge dalam pertandingan fase gugur Liga Champions untuk menyegel keunggulan agregat 3-1. Selanjutnya, mereka menaklukkan Bayer Munchen di laga final.

Musim kedua, alias di musim terakhirnya bersama Inter, Eto’o mencetak hat-trick di pertandingan Liga Champions kontra Werder Bremen. Ia juga membantu Inter mengalahkan Palermo di final Coppa Italia dengan skor 3-1. Eto’o mengakhiri karirnya bersama Nerazzurri dengan mencetak 53 gol dari 102 penampilan.

Pada bulan Agustus 2011, Anzhi Makhachkala mengumumkan bahwa Eto’o telah resmi menjadi pemain mereka. Seperti sebelumnya, ia menandai debutnya dengan mencetak gol saat Anzhi berhadapan dengan FC Rostov. Gol terakhirnya untuk klub Rusia dicetak saat timnya bermain imbang 1-1 melawan Kryliya Sovetov pada bulan Juli.

Di pentas Internasional, Eto’o membuat debutnya untuk Kamerun sehari sebelum ia menginjak usia 16 tahun. Di usia 17 tahun, ia menjadi bagian dari Tim Nasional Kamerun yang berangkat ke Perancis di Piala Dunia 1998. Ia menjadi pemain termuda dalam turnamen empat tahunan tersebut. Eto’o juga membantu Kamerun menjuarai Piala Afrika pada tahun 2000 dan 2002. Ia juga menjadi bagian dari timnas Kamerun yang meraih emas di Olimpiade Sydney 2000.

Eto’o didaulat sebagai kapten Kamerun di Piala Dunia Afrika Selatan tahun 2010 dan mencetak gol dalam pertandingan melawan Denmark dan Belanda, meskipun tak dapat membantu mereka lolos dari babak penyisihan grup.

Gol teranyarnya untuk Kamerun diciptakan pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia antara Kamerun kontra Togo pada bulan Maret dan membantu negaranya meraih kemenangan 2-1. Eto’o menyabet empat kali penghargaan ‘African Player of the Year’.

Liga Europa 2013-2014- UEFA Larang Anzhi Main di Kandang Sendiri

anzhi-arena-130620a

UEFA mengambil keputusan tegas untuk menghukum klub asal Rusia, Anzhi Makhachkala. UEFA memberi hukuman kepada Anzhi dengan larangan bermain di Anzhi Arena, kandang Anzhi, saat melangsungkan laga Europa League musim depan.

Keputusan itu diambil UEFA menyangkut keamanan yang dianggap kurang kondusif di wilayah Makhachkala, seperti yang diungkapkan UEFA, Rabu (19/6/2013) waktu setempat.

“Komisi Darurat UEFA memutuskan untuk tidak melangsungkan pertandingan musim 2013-2014 di wilayah Degestan dan Kaukasus Utara menyangkut kondisi keamanan setempat,” ujar UEFA melalui situs resminya.

“Konsekuensinya, Anzhi Makhachkala diminta untuk mencari tempat alternatif untuk melangsungkan laga kandangnya di Europa League musim 2013-2014,” tulis UEFA menjelaskan.

“UEFA mengambil keputusan ini setelah mengkaji dan mengevaluasi kondisi keamanan yang ada di daerah Kaukasus Utara dan Dagestan, dan mempertimbangkan wilayah di sekitarnya berdasarkan peringatan yang telah diberikan oleh pemerintahan setempat,” tandas UEFA.