Tag Archives: antonio conte

Mancini: Tanpa Conte, Juventus Tetap Favorit Juara

 

1402313989

Mantan pelatih Inter Milan dan Galatasaray, Roberto Mancini, mengaku ia siap kembali menangani klub-klub yang bernaung di kancah Serie A Italia. Disinggung tentang persaingan merebut scudetto di musim depan, Mancini tetap meyakini Juventus berada di posisi terdepan meski telah ditinggalkan Antonio Conte.

“Saya seorang pelatih yang profesional,” ujar pelatih flamboyan berusia 49 tahun ini dalam wawancaranya dengan harian ternama La Repubblica. Seraya menunjuk seniornya, Fabio Capello, menurut Mancini, adalah normal jika seorang pelatih berpindah-pindah klub.

“Lihatlah Capello. Ia telah melatih Roma, Juventus, dan AC Milan. Hal itu normal saja,” tegas Mancini yang mengaku kini telah berbaikan dengan Wakil Presiden Rossoneri, Adriano Galliani.

Soal peraih scudetto di musim depan, Mancini tetap melihat juara bertahan Juventus berada di posisi terdepan. “Meski Conte tetap melatih, sangat sulit bagi Juventus untuk mengukir rekor empat kali juara berturut-turut. Akan tetapi, skuat yang mereka miliki sangat muda. Juventus tetap jadi favorit juara,” ujarnya.

Setelah Juventus, Mancini menunjuk AS Roma dan Napoli, plus tiga tim lainnya. “Setelah Juventus, ada Roma dan Napoli yang berada di barisan kedua. Lalu, di barisan ketiga bercokol Inter, Milan, dan Fiorentina. Meskipun gagal merekrut pemain bintang, Nerazzurri bakal jadi tim kejutan. Sebab, mereka mempunyai DNA juara,” pungkas Mancini.

Llorente-Tevez Makin Akrab

SS Lazio v Juventus - Serie AKemampuan striker Juventus Fernando Llorente di muka gawang pernah diremehkan saat kompetisi baru bergulir. Bahkan dia dicap hanya modal tampang dan tak punya talenta. Alih-alih marah, pemain asal Spanyol itu berusaha introspeksi dan memperbaiki diri.

Berkat gemblengan keras pelatih Antonio Conte, Llorente sekarang jadi salah satu striker berbahaya Seri A. Dia merupakan penyumbang gol terbanyak kedua di Juve, setelah Carlos Tevez. Llorente membukukan 10 gol, sementara “Carlitos” sudah 13 gol.

Salah satu rahasia sukses pemain berjuluk “El Rey Leon” itu adalah relasi yang dekat dengan rekan setimnya terutama Carlos Tevez. Kendati sifat mereka bertolak belakang, keduanya mampu menjembatani perbedaan sehingga tampil padu di lapangan.

“Allegri dan Conte, Inspirasi Pelatih Muda”

ACF Fiorentina v US Citta di Palermo - Serie A

Vincenzo Montella tampil sebagai salah satu pelatih muda yang mampu menyedot perhatian publik. Kinerja apik Montella bersama Fiorentina pun menoreh banyak pujian.

Rupanya, pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri serta allenatore Juventus, Antonio Conte, menjadi inspirasi tersendiri bagi eks bintang AS Roma tersebut.

“Allegri adalah seorang peracik strategi yang sangat menginspirasiku. Dia sangat tenang saat tampil di pinggir lapangan meski harus menghadapi berbagai situasi sulit. Dia layak menjadi contoh,” ucap Montella kepada Corriere dello Sport.

“Sementara Conte, dia dapat menjadi teladan bagi para pelatih muda. Terkadang, aku melihatnya bahwa dia bisa sedikit marah,” lanjut dia.

Allegri dan Conte memang termasuk pelatih berbakat. Pada musim pertama mereka, masing-masing di Milan dan Juventus, keduanya langsung menyabet gelar Scudetto. Tak salah jika Montella menjadikan mereka sebagai panutan.

Buffon Curhat Soal Kegalauannya di Juventus

buffon-130826bKiper Juventus Gianluigi Buffon ternyata hampir meninggalkan Juventus dua tahun lalu. Namun, ia mengubah keputusannya setelah berbicara dengan pelatih Antonio Conte.

Conte datang ke Juventus pada awal musim 2011/2012. Sebelum ia tiba, Buffon ternyata hampir pindah dari La Vecchia Signora. Ia merasa saat itu adalah waktu yang tepat untuk mencari pengalaman baru.

“Tapi, Conte menelepon saya. Dia mengatakan hal-hal yang penting. Sejak itu, saya menjadi lebih ‘Juventus’ dari sebelumnya,” kata Buffon kepada Sky Sport Italia.

“Pada musim sebelumnya (2010-11), yang merupakan musim pertama bersama Presiden Andrea Agnelli, saya tidak bermain selama paruh pertama karena cedera dan di paruh kedua, kepala saya berada di tempat lain.”

Buffon pun mengakui dirinya sempat galau saat itu. Apalagi, ia juga digoda beberapa klub besar lainnya.

“Saat itu, saya merasa ini mungkin waktunya untuk perubahan, untuk meninggalkan Juventus. Saya selalu memiliki rasa tanggung jawab. Tapi, saya merasa kehilangan hal itu. Lalu, saya mulai mengenal direksi baru dengan baik dan memutuskan bertahan.”

Buffon gabung ke Juventus 13 tahun lalu. Hingga kini, ia telah memperkuat Bianconeri dalam 359 pertandingan di Serie A.

Conte Sebut Enam Klub Pesaing Juventus di Seri-A

contePelatih Juventus, Antonio Conte, mulai memetakan persaingan di Seri-A musim ini. Conte menyebut ada enam tim yang bakal menjadi pesaing utama pasukannya dalam mempertahankan gelar juara Italia.

Tim raksasa berbasis di Turin ini membidik hat-trick scudetto setelah memenangi Seri-A dalam dua musim beruntun. Namun Conte meyakini ada sejumlah klub yang terus berkembang dan harus dipertimbangkan sebagai pesaing dalam perburuan gelar juara liga, seperti Fiorentina, Napoli dan Lazio.

“Nilai dari klub-klub itu berubah dan rival-rival kami menjadi semakin kuat. Saya pikir ini akan menjadi kampanye Seri-A yang sangat terbuka,” ujar Conte dikutip La Gazzetta dello Sport seperti dilansir Yahoosports, Rabu (31/7).

Conte juga menyebut AC Milan, Inter Milan sebagai rival langganan Juventus di setiap musimnya. Selain itu Conte juga memperhitungkan Napoli yang musim lalu menjadi runner-up sebagai salah satu rival terberat dalam perburuan gelar juara liga.

“AC Milan dan Inter memiliki tradisi besar. Napoli menghabiskan banyak uang dan merekrut seorang pelatih hebat. Sementara Fiorentina memiliki harapan besar. Mereka tidak hanya memiliki Mario Gomez namun juga Giuseppe Rossi di depan,” kata Conte.

“Lazio kembali memiliki skuat yang berkembang dan Roma melakukan bisnis hebat dengan penjualan Marquinhos [ke Paris Saint-Germain],” imbuh Conte. Pelatih berusia 44 tahun itu juga menekankan mengenai ambisi Juventus untuk kembali eksis di kompetisi Eropa.

“Kami masih mengejar klub-klub besar Eropa, namun kami berharap di suatu saat nanti bisa menggapai mereka. Kami sudah siap menghadapi jadwal kami. Ketika saya datang ke sini, rencananya adalah memenangi scudetto dalam tiga tahun,” ungkap Conte.