Tag Archives: Ancelotti

Di Maria: Ronaldo dan Ancelotti Selalu Membela Saya

dimariaronaldoisi

Kendati kini tengah berseteru dengan Real Madrid, Angel Di Maria menyebut ada dua orang di sana yang selalu dia hormati. Kedua orang itu adalah Cristiano Ronaldo dan Carlo Ancelotti.

Ronaldo adalah orang pertama yang berusara ketika Di Maria akhirnya dilego ke Manchester United. Bintang asal Portugal itu mempertanyakan keputusan klub melepas orang yang tampil apik di final Liga Champions 2013/2014 tersebut.

Presiden Madrid Florentino Perez menyebut bahwa dia tidak bermasalah dengan kritik yang dilontarkan Ronaldo. Namun, belakangan, justru Ronaldo sendiri yang meminta maaf dan menyebut bahwa ucapannya telah disalahartikan.

Toh, Di Maria tetap saja menyebut Ronaldo sebagai salah seorang yang dihormatinya di Madrid.

“Dia selalu berada di sisi saya. Saya tidak tahu berapa lama dia akan bertahan di Madrid,” ujar Di Maria seperti dilansir AS.

Bagaimana dengan Ancelotti? Di Maria mengaku bahwa mantan pelatihnya itu adalah orang yang selalu membelanya ketika banyak orang memberinya kritik.

“Dia membela saya ketika semua orang mengkritik saya dan saya berterima kasih untuknya akan hal itu.”

“Dia memainkan saya di posisi yang berbeda ketika mereka membeli (Gareth) Bale. Saya tidak punya masalah dengannya. Kami memiliki hubungan yang baik,” kata Di Maria.

Baru-baru ini kubu Madrid mengklaim bahwa Di Maria dijual lantaran meminta gaji setara dengan Ronaldo. Namun, kubu Di Maria membantahnya. Perwakilan Di Maria, Eugenio Lopez, menyebut bahwa Di Maria mau saja bertahan dengan bayaran lebih rendah dari yang ditawarkan Manchester United.

“Di Maria bergabung dengan Manchester United dan menerima bayaran bersih 8 juta euro setahun. Dia mau saja menerima yang lebih sedikit jika bertahan di Real Madrid,” ujar Lopez seperti dilansir Marca.

Madrid Tumbang, Ini Penjelasan Ancelotti

2132247

San Sebastian – Di luar dugaan Real Madrid harus bertekuk lutut atas Real Sociedad. Cukup mengejutkan karena El Real sempat unggul 2-0 sebelum akhirnya kalah 2-4.

Bermain di Stadion Anoeta, Senin (1/9/2014) dini hari WIB, Madrid sempat unggul 2-0 berkat gol Sergio Ramos dan Gareth Bale. Namun, tim tuan rumah mampu membalikkan kedudukan melalui gol Inigo Martinez, David Zurutuza (2) dan Carlos Vela.

“Tak mudah mengevaluasi pertandingan ini. Kami seperti menjalani dua pertandingan. Di 30 menit pertama kami tampil bagus, dengan kualitas, kecepatan dan fokus. Selebihnya, kami tampil buruk. Sulit menjelaskan kenapa bisa terjadi,” ujar Ancelotti, di situs resmi klub.

“Kami terlalu mudah melakukan pelanggaran dan memberikan sepak pojok. Saya tidak suka dengan cara tim bermain. Babak pertama tampil bagus, tapi kami harus berpikir dan segera melakukan perubahan. Ini kekalahan yang sama sekali saya tidak suka,” ia melanjutkan.

Meski diperkuat James Rodriguez, Gareth Bale, Karim Benzema dan Toni Kroos, Madrid tak mampu berbuat banyak.

“Terkadang Anda bisa menjalani pertandingan yang buruk, tapi tim seperti Real Madrid, ketika mereka unggul 2-0, harus bisa tetap fokus dan mempertahankan keunggulan untuk memenangkan pertandingan. Kami tak mampu melakukannya. Saya bertanggung jawab dan akan segera melakukan perubahan,” katanya.

“Kami tampil tak seimbang di 60 menit terakhir. Kami tak memiliki sistem pertahanan yang bagus. Ketika berhasil mencetak gol kedua, kami sedikit menurun dan bertahan dengan buruk,” pelatih berusia 55 tahun itu menutup.

Ancelotti Mulai Kehabisan Kesabaran Terhadap Benzema

ancelotti-130901bKarim Benzema menghadapi mimpi buruk pada musim ini. Pria Prancis itu tampil mengecewakan bersama Real Madrid. Benzema baru mengemas dua gol di ajang La Liga. Buruknya performa Benzema membuat fans Madrid gerah dan beberapa kali mencemoohnya.

Kegagalan Benzema mencetak gol dalam beberapa laga terakhir nampaknya juga sudah membuat pelatih Carlo Ancelotti kehabisan kesabaran. Ancelotti mengindikasikan akan memarkir Benzema saat Madrid bertemu Levante di lanjutan La Liga akhir pekan ini.

Ancelotti akan mencoba memberi kesempatan kepada pemain muda Alvaro Morata untuk main sejak menit pertama. “Benzema merupakan striker pilihan utama tapi Morata mungkin main lawan Levante. Meski Benzema tak mencetak gol, saya senang dengannya,” tutur Ancelotti.

Langkah Ancelotti yang mulai akan memarkir Benzema membuat masa depan eks pemain Olympique Lyon itu makin tidak jelas. Dua klub Inggris, Chelsea dan Arsenal, kabarnya siap merekrut Benzema di bursa transfer Januari nanti.

Ancelotti Pusing Pilih Kiper Madrid

1372157338

Setelah diasingkan Jose Mourinho pada paruh kedua musim lalu, Casillas diyakini akan kembali menjadi pilihan utama di bawah mistar Madrid setelah Ancelotti mengambil alih kursi pelatih di Santiago Bernabeu.

Namun, pelatih Italia berkeras belum menjatuhkan pilihan soal kiper yang akan diturunkannya pada pertandingan nanti.

“Saya belum memutuskan siapa yang akan mengawal gawang, saya akan melakukannya besok,” ujar Ancelotti pada konferensi pers jelang pertandingan.

“Saya tidak akan mengumumkan susunan pemain karena saya belum berbicara dengan para pemain, saya lebih suka berbicara dulu dengan mereka dan menentukan tim yang kompetitif.”

“Diego Lopez mulai berlatih pada 15 Juli dan Casillas pada 1 Agustus. Itu bukan perbedaan besar bagi seorang kiper. Keduanya menjalani pramusim yang bagus dan bermain dengan baik – Iker bermain bagus menghadapi Chelsea, Diego ketika menghadapi Inter.”

“Ini bukan keputusan mudah bagi saya, tapi ini wajar. Sebagai pelatih, memilih pemain yang akan diturunkan adalah bagian tersulit dalam pekerjaan saya.”

Kaka Berharap Dapat Banyak Kesempatan dari Carletto

kaka1Kalau ada pemain Real Madrid yang paling gembira dengan kedatangan Carlo Ancelotti, maka Kaka adalah orangnya. Dia berharap dapat lebih banyak kesempatan bermain di musim depan demi tampil di Piala Dunia.

Kedatangan Ancelotti ke Santiago Bernabeu menjadi membuat pelatih asal Italia itu melakukan reuni dengan Kaka. Sebelumnya, selama enam tahun dalam kurun 2003 sampai 2009, keduanya bekerja sama di AC Milan.

Kedatangan Ancelotti menghidupkan lagi harapan Kaka untuk dapat lebih banyak kesempatan bermain. Saat di Rossoneri, Kaka adalah salah satu anak emas Carletto, di mana pesepakbola asal Brasil itu jadi salah satu andalan saat meraih Scudetto dan trofi Liga Champions.

“Tantangan saya musim ini adalah bermain dengan lebih kontinyu. Saya ingin terus fit secara fisik, dan setelah saya melakukan pekerjaan dengan baik di klub, saya bisa kembali ke tim nasional,” sahut Kaka di Football Espana.

Kaka cuma 12 kali dimainkan sebagai starter musim lalu. Dengan persaingan di lapangan tengah Madrid yang sangat ketat sementara dirinya kerap diganggu cedera, peraih Ballon d’Or tahun 2007 itu tak dapat banyak kepercayaan dari Jose Mourinho.

“Saya ingin bermain di Piala Dunia tahun depan. Carlo adalah pelatih yang terbuka dan banyak membantu saya. Secara pribadi, adalah hal yang hebat bisa dilatih olehnya lagi,” lanjut gelandang 31 tahun itu.