Tag Archives: AFC

Timnas Indonesia Ingin Keluar dari AFC?

timnas-indonesia-belanda-skuat-20131

Saran unik yang dilontarkan oleh Timo Scheunemann mengenai gagasan Timnas Indonesia agar pindah dari AFC (konfederasi sepakbola Asia) ke OFC (konfederasi sepakbola Oceania) supaya bisa ikut Piala Dunia tak pelak menimbulkan pro dan kontra. Timo Scheunemann kemudian mengklarifikasi bahwa apabila Timnas Indonesia ingin keluar dari AFC tentunya harus memiliki alasan yang kuat.

“Kita punya argumen kuat kalau mau pindah. Tapi, tentu hal ini tidak boleh mempengaruhi program-program dasar yang harus dilakukan, kalau PSSI mau maju,” saran Timo Scheunemann, eks pelatih Persema Malang sekaligus mantan Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI belum lama ini.

Timo Scheunemann pun membeberkan beberapa hal yang harus ditempuh jika Timnas Indonesia ingin keluar dari AFC dan bergabung OFC. Orang Jerman kelahiran Kediri, Jawa Timur, ini berharap agar Timnas Indonesia benar-benar siap sebeum memutuskan pindah dari AFC.

“Program-program yang harus dilakukan tersebut adalah adanya akademi kepelatihan bagi pelatih dan wasit yang satu pintu dan berkualitas. Selain itu harus ada perbaikan kualitas sekolah sepak bola. Adanya sistem pemandu bakat yang sistematis dan nasional juga merupakan sebuah keharusan. Tak ketinggalan, kompetisi yang selama ini ada harus menjadi profesional,” jelas Timo Scheunemann.

Pelatih pemegang Lisensi A Kepelatihan dari UEFA ini sebelumnya mewacanakan gagasan unik dan kontroversial. Jika Timnas Indonesia ingin berkiprah di Piala Dunia, sebut Timo Scheunemann, salah satu caranya adalah dengan bergabung ke OFC alias Zona Oceania.

Menurut Timo Scheunemann, dengan berpindah ke zona Oceania, maka peluang Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia akan semakin besar mengingat lawan-lawan yang akan dihadapi jauh lebih ringan ketimbang di Asia.

Indonesia Lolos dari Sanksi AFC

Sepak Bola Indonesa

Sepakbola Tanah Air dapat bernapas lega setelah Indonesia terbebas dari sanksi AFC. Sebelumnya, Indonesia terancam sanksi akibat ulah suporter yang menyalakan kembang api pada laga persahabatan internasional kontra Belanda, Jumat 7 Juni 2013.

Lolosnya Indonesia dari jeratan sanksi karena pertandingan melawan Belanda merupakan laga persahabatan yang digelar oleh PSSI dan tak masuk ke kalender resmi turnamen AFC.

PSSI sudah disanksi oleh AFC dengan denda sebesar US$15 ribu atau senilai Rp146 juta saat laga Pra Piala Asia 2015 yang mempertemukan Indonesia dan Arab Saudi pada 23 Maret 2013 lalu akibat sebab yang sama.

Lewat surat bernomor AFC/7711/legal/ij yang dikirimkan AFC kepada PSSI, dijelaskan sanksi hanya berlaku dalam pertandingan resmi yang masuk dalam kalender AFC.

“Sedangkan laga persahabatan melawan Belanda adalah pertandingan yang digelar oleh federasi. Jadi, PSSI lepas dari sanksi,” kata Foreign Affairs Officer PSSI, Azwan Karim.

Meski bebas dari ancaman sanksi, Azwan tetap menyayangkan sikap suporter yang tidak disiplin dengan tetap menyalakan kembang api di dalam stadion. Ia berharap agar suporter bisa lebih dewasa dalam pertandingan resmi AFC.

“Saya berharap suporter bisa lebih terkendali dan jangan menyalakan kembang api di dalam stadion. Kalau masih terjadi, kita terancam akan menggelar laga tanpa penonton pada pertandingan resmi AFC. Tentunya itu akan merugikan Indonesia,” jelas Azwan.

Untuk mengontrol perilaku suporter pada pertandingan-pertandingan berikutnya, Azwan menjelaskan, pihak panitia pertandingan akan memperketat pengamanan di luar dan dalam stadion.

“Keamanan di pintu stadion akan diperketat. Selain itu, penonton harus paham dengan aturan-aturan yang ada selama menonton di dalam stadion,” tegas Azwan.

Dari pantauan VIVAbola dari dalam stadion, ketika laga Indonesia melawan Belanda berlangsung, kembang api menyala dari delapan titik di tribun atas Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Beruntung, asap dari kembang api tersebut tidak mengganggu jarak pandang para pemain di dalam lapangan.

Indonesia Kena Sanksi AFC karena Ulah Suporter

seporter indonesia

Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin menyayangkan sanksi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) bagi Indonesia karena ulah suporter Indonesia yang tidak tertib. “Ini pelajaran pahit bukan hanya bagi pengurus PSSI, tetapi juga bagi  seluruh penonton di Indonesia,” kata Djohar saat ditemui di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2013.

Menurut Djohar, aksi berlebihan suporter Indonesia saat menjamu sejumlah tim tamu tidak dibenarkan. “Hal ini memalukan bagi Indonesia,” ujarnya.

Kemarin, Senin, 20 Mei 2013, AFC mengumumkan sanksi kepada Indonesia karena ulah pelemparan botol berisi air mineral ke lapangan pertandingan dan dinyalakannya kembang api  beberapa kali saat menjamu tim asing. Kejadian paling akhir saat tim nasional menjamu tim Arab Saudi di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Saat itu, suporter Indonesia Indonesia melempar botol berisi air mineral ke suporter Arab Saudi serta menyalakan petasan.

Akibat perbuatan suporter saat melawan Arab Saudi itu, Indonesia diharuskan membayar US$ 10 ribu. Indonesia juga diharuskan membayar tambahan US$ 5 ribu untuk kejadian selama 2012 yang berulang selama 2012. Secara total, Indonesia diharuskan membayar US$ 15 ribu atau Rp 146 juta.

Adapun partai-partai pertandingan selama 2012 yang disebutkan AFC antara lain pertandingan Australia versus Indonesia pada 5 Juli 2012, pertandingan melawan Timor Leste 7 Juli 2012, pertandingan melawan Makau pada 10 Juli 2012, dan melawan Singapura pada 15 Juli 2012.