Stankovic: Selamat Tinggal, Inter

64512_620

“Fans Nerazzuri tersayang. Ini Drago-mu yang berbicara,” kata Dejan Stankovic mengawali surat terbukanya kepada suporter Inter. Stankovic, yang dipanggil Drago oleh suporter fanatik Inter Milan, akhirnya mengumumkan putus kontrak dengan Nerazzuri mulai musim depan.

Stankovic salam perpisahannya di situs resmi Inter, Sabtu, 6 Juli 2013. Dia tampkanya bingung harus bagaimana mengawali salam perpisahan dengan para pendukung yang sudah sembilan tahun di belakangnya.

“Saya tak tahu jika saya bisa menemukan kata-kata terbaik untku mengucap selamat tinggal dan terima kasih untuk semua yang telah Anda beri kepada saya, kasih sayang Anda, kepercayaan dan kejujuran Anda,” tulis Stankovic.

Stankovic dikenal sebagai salah satu pemain yang paling disukai pendukung Inter. Atmosfer itu terlihat ketika Stankovic kembali dari cedera musim lalu. Turun sebagai pemain pengganti, Stankovic tak henti-henti mendapat standing ovation dari Curva Nord–tribun Ultras Inter Milan. “Rasanya seperti melakukan debut,” kata Stankovic waktu itu.

Stankovic datang ke Inter setelah tampil cemerlang bersama Lazio (1998-2004). Dia mengaku tidak pernah melupakan hari pertamanya menjadi pemain Inter. Ketika diperkenalkan sebagai pemain Inter, sembilan tahun lalu, Stankovic didampingi oleh Giacinto Facchetti, presiden Inter yang kini telah wafat. “Foto saya di hari itu adalah salah satu kenangan yang paling berharga,” kata Stankovic. “Itu adalah hari di mana hidup saya sebagai pemain Nerazzurri dimulai.”

Sembilan tahun tahun di Giuseppe Meazza, Drago mendapatkan semua gelar yang pernah diimpikannya. Dia mendapat 5 gelar Serie-A, 4 Coppa Italia, 4 Supercoppa Italia, 1 Liga Champions, dan 1 FIFA Club World Cup.

“Saya ingin menyebut Presiden (Moratti) secara khusus: ia memberi kesempatan untuk mengenakan seragam Inter, yang sangat saya senangi dan hormati, dan kemudian saya bisa memenangi segalanya di sini,” ujar Stankovic.

Setelah sembilan tahun berbaju biru-hitam, dan memenangi semua gelar, Stankovic akhirnya sadar. Di usianya yang sudah 34 tahun, bulan madunya bersama Inter mesti segera disudahi. “Sayangnya, dalam hidup ada saatnya ketika Anda harus pindah dan berharap,” kata Stankovic.

“Telah menjadi kehormatan memakai warna ini (biru-hitam) dan mereka akan selalu berada di kulit saya. Aku tidak akan menghapus mereka (Inter), tidak ada yang pernah bisa menghapusnya,” kata Drago. “Dengan segenap hati saya, Dejan Stankovic.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *