Ronaldinho Bawa Atletico Juara Copa Libertadores

88422_620Ronaldinho membuktikan kalau dirinya belum benar-benar habis. Mantan pemain terbaik dunia itu baru saja berhasil mengantarkan Atletico Mineiro juara Copa Libertadores–Liga Champions Amerika Selatan–untuk pertama kali dalam sejarah klub.

Itu adalah comeback sempurna buat Ronaldinho, 33 tahun, sekaligus Atletico. Usai kalah 0-2 dari Olimpia (Paraguay) di final leg pertama, Atletico berhasil membalas kekalahan dengan dua gol dari Jo dan Leonardo Silva.

Pertandingan harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu, tapi tetap tak ada gol. Atletico dan Olimpia terpaksa menentukan pemenang lewat adu penalti. Empat algojo pertama Atletico langsung sukes menyarangkan bola, sedangkan dua dari lima penendang penalti Olimpia gagal sehingga Atletico keluar sebagai juara dengan skor 4-3.

“Saya kembali ke Brasil untuk ini (Piala Libertadores),” kata Ronaldinho seperti dikutip Sky Sports, Kamis, 25 Juli 2013. “Beberapa bulan yang lalu, mereka mengatakan Jo dan aku sudah berakhir, tapi kami telah membuktikan pemain tidak selalu salah.”

Dalam drama adu penalti, Alecsandro, Guilherme, Jo, dan Leonardo Silva berhasil menuntaskan penalti buat Atletico. Sementara usaha penendang pertama Olimpia Herminio Miranda berhasil digagalkan kiper Atletico, Victor.

Gelar juara Atletico dipastikan saat penendang kelima Olimpia, Matias Gimenez, gagal membobol gawang Victor. Itu membuat Atletico tak perlu mengambil penalti kelima karena skor sudah pasti 4-3. Hasil tersebut membuat Atletico maju ke FIFA World Cup dengan status jawara Amerika Latin. Adapun FIFA World Cup bakal digelar Desember mendatang di Maroko.

“Selamat kepada Olimpia karena mencapai final dan itu tidak mudah sama sekali. Kedua tim layak juara,” kata Ronaldinho.

Pelatih Atletico, Cuca, mengaku sebagai orang yang paling bahagia setelah melihat Atletico juara. Klub yang telah berumur 105 tahun itu memang sudah pernah juara Liga Brasil pada 1971, tapi mereka belum pernah juara Amerika Latin.

“Klub ini memiliki lebih dari delapan juta pendukung dan belum pernah memenangkan gelar penting sebelumnya,” kata Cuca. “Ini adalah kemenangan besar bagi Atletico.”

Bertolak belakang dengan Cuca, Ever Almedia tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Pelatih Olimpia itu menyayangkan para pemainnya yang membuang banyak peluang gol.

“Aku masih bangga dengan para pemainku atas usaha mereka,” kata Almeida. “Namun, kami kehilangan banyak peluang gol dan Anda tidak dapat gagal di final. Fans kami harus bangga dengan para pemain.”

Bagi Almeida, justru Olimpia-lah yang harusnya keluar sebagai juara. Tapi Almeida tidak bisa mengelak dari hasil pertandingan yang menegaskan kalau mereka hanya juara dua.

Sementara Jo yang mencetak satu gol di final leg kedua, berhasil mencatatkan dirinya sebagia top skor. Total tujuh gol sudah ia buat di Copa Libertadores tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *