QPR dan Reading Degradasi

liga inggris2Queens Park Rangers dan Reading tak akan bermain di Premier League musim depan. Keduanya dipastikan degradasi setelah bermain imbang 0-0 di Madejski Stadium, Minggu (28/4/2013).

QPR yang lebih mendominasi penguasaan bola pada laga tersebut hanya punya dua shots on target sepanjang pertandingan. Sementara Reading mendapatkan lima shots on target.

Reading punya peluang bagus lewat Pavel Pogrebnyak. Namun, tendangan penyerang asal Rusia itu digagalkan oleh Jose Bosingwa di garis gawang.

Pada akhirnya, meski hasilnya seri, kedua tim seperti sama-sama menderita kekalahan. QPR dan Reading harus turun level ke dan bermain di divisi Championship pada musim depan.

QPR kini menempati posisi 19, sementara Reading di posisi 20. Keduanya sama-sama mengoleksi poin 25, tertinggal sembilan poin dari penghuni posisi 17, Aston Villa.

Dengan sisa tiga pertandingan menuju akhir musim, keduanya dipastikan tidak akan bisa melampaui posisi 18 yang merupakan posisi teratas dari zona degradasi.

Baik QPR dan Reading sama-sama menjalani musim yang buruk. QPR, kendati sudah membeli sejumlah nama tenar, hanya mampu meraup empat kemenangan sejauh ini. Sementara sisanya mereka 13 kali seri dan 18 kali kalah.

Sementara Reading meraup lima kemenangan, 10 hasil imbang, dan 20 kali kalah.

Kedua klub tersebut juga mengalami pergantian manajer. Mark Hughes yang memimpin QPR di awal musim digantikan oleh Harry Redknapp menjelang akhir musim. Sedangkan Reading mengganti Brian McDermott dengan Nigel Adkins –yang sebelumnya menukangi Southampton– pada Maret lalu.
Menjelang pertandingan dan penurunan kasta klubnya ke Liga Championship, Redknapp angkat bicara mengenai keretakan timnya.
“Upaya pemulihan keretakan dalam tim selalu menjadi masalah dan tidak mudah,” ujar Redknapp.

“Saya akan berbohong jika mengatakan tidak ada keretakan dalam klub ini,” ungkap pelatih berusia 66 tahun ini. “Itu sudah jelas, ketika saya datang ke tim ini (QPR) memang sudah ada masalah.”

Redknapp melakukan upaya perbaikan untuk QPR sejak bulan Januari. Ia mulai merekrut pemain-pemain berbakat untuk The Hoops, seperti Jermaine Anthony Jenas, pemain gelandang Tottenham Hotspurs yang dipinjamkan kepada Aston Villa dan Nottingham Forest.

Berikutnya ada pemain gelandang yang juga pinjaman dari Tottenham Hotspur, Andros Townsend. Serta bekas striker Marseille, Loic Remy yang dibeli seharga 8 juta poundsterling atau sekitar Rp 120 miliar. Semuanya dilakukan Redknapp untuk meningkatkan perform skuad The Hoops.

Itu semua belum cukup untuk membawa Rangers keluar dari zona degradasi Liga Primer. Alhasil, Redknapp harus rela timnya hilang dari liga paling bergengsi di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *