Prediksi AS Roma vs Lazio

as roma vs lazioLazio sebagai Tuan rumah akhir pekan ini dibentuk pada 1900. Mereka mengklaim sebagai pembawa sepak bola ke ibu kota Italia dan menganggap diri sebagai klub asli kota Roma. Bukan pengakuan salah mengingat AS Roma baru berdiri 27 tahun berselang. I Giallorossi dibentuk atas instruksi diktator Benito Mussolini, yang menginginkan tim kuat untuk menandingi raksasa Serie A saat itu: Bologna, Genoa, Torino, dan Juventus. Il Duce menggabung sejumlah klub di kota tersebut: Pro Roma, FBC Roma, dan Alba Audace untuk membentuk AS Roma. Biancoceleste awalnya mendapat titah melebur, tapi menolak dan mendapat bekingan dari salah satu jenderal kepercayaan Musolini sehingga Lazio tetap menjadi sebuah entitas sendiri.

Sejarah pembentukan ini saja sudah menjadi sinyal awal kebencian di antara dua sisi. Kubu anyar mempertanyakan kenapa Gli Aquilotti yang mengidentikan diri dengan klub asli kota, menyebutkan diri dengan region di kota Roma, bukan nama kota itu sendiri.

Pemilihan warna biru muda yang merupakan warna region ketimbang warna kota yang merah dan emas juga jadi materi untuk merendahkan Laziali. Tak mengherankan bila Romanisti menuduh sepupu mereka adalah orang pinggiran, bukan seorang Katolik sejati mengingat region Lazio ada di utara kota. Laziali membalas dengan menyebut mayoritas pendukung sang rival adalah keturunan imigran atau turis. Lokasi geografis di atas pun menjadi dasar lokasi tempat duduk di Otimpico. Roma adalah penguasa Curva Sud, sementara Lazio di Curva Nord.

Perbedaan pandangan politik antara sayap kanan (Lazio) dan sayap kiri (Roma) juga sempat jadi materi perseteruan meski kini relatif melebur. Kondisi tersebut ironis karena Mussolini, sang inisiator I Lupi, terkenal sebagai praktisi fasisme sejati. Lantas, siapa yang akan menang ketika kedua tim bertemu? Alasan lain kenapa derbi ini layak disaksikan adalah Sang Elang Muda dan Si Serigala bisa saling mengalahkan. Dari total 138 pertemuan di Serie A sejak 1929, Lazio menang 36 kali, sementara Roma 48.

Pemain depan I Giallorossi dan Biancoceleste sama-sama sedang tak bisa diandalkan menjebol gawang lawan untuk saat ini. Skorsing bagi Osvaldo jadi kelihatan datang pada saat yang tepat karena sang striker memang sedang berpuasa mencetak gol sejak Februari, Striker tengah yang lain, Mattia Destro, baru pulih dari cedera dan pekan lalu masih menjadi cadangan.
Sementara itu, Pelatih Lazio, Vladimir Petkovic, masih terus berusaha membuat Klose mencapai kebugaran ideal. Sang striker dimasukan ke skuad untuk menghadapi Fenerbahce di Liga Europa (4/4). Kepulihan sempurna Klose menjadi krusial karena tim dokter Biancoceleste sudah memvonis Floccari tak bisa main di derbi.
Kedua pelakon derbi edisi ke-139 di Serie A itu jadi harus berharap pemain dari sektor lain mengompensasi masalah di lini depan. Yang paling pas tentu saja para gelandang karena mereka yang bakal berdiri lebih dekat dengan gawang musuh. Tren akhir-akhir ini mempertegas indikasi Roma dari Lazio akan sama-sama mengandalkan pemain tenggah untuk menjebol gawang lawan.
Sejak Februari, centrocampista seperti Marquinho, Miralem Pjanic, dan Simone Perrotta mulai aktif membuat gol untuk Roma. Di lain pihak, gelandang Antonio Candreva yang pekan lalu atnirnya berhasil memutus streak kegagalan Lazio mencetak gol yang terjadi sejak Maret.
Lazio barangkali bisa dibilang lebih siap mengeksploitasi lini tengahnya untuk menjadi sumber gol. Sepanjang musim ini, centrocampo Gli Aquilotti memang andal mencetak gol atau membuat assist. Kontribusi Candreva dkk. bahkan lebih banyak daripada pemain-pemain lini depan.
Roma yang masih harus beradaptasi dengan cara bermain seperti itu. Selama ini, I Lupi adalah tim yang memfokuskan striker atau paling tidak “pemain tiga perempat” seperti Francesco Totti dan Erik Lamela sebagai sumber gol utama tim.
Lazio mesti berhati-hati kepada Francesco Totti. Legenda hidup Serigala Roma itu bisa jadi pembeda berkat pengalamannya yang melimpah ruah. Ingat, kapten berusia 36 tahun ini merupakan penentu kemenangan Giallorossi atas Juventus pada Februari 2013 lalu.
Hal yang menarik bila Roma dan Lazio bertemu selain banjir kartu merah adalah setiap duel selalu melahirkan gol juga pemenang. Sudah 12 pertandingan terakhir, Lazio dan Roma gantian memenangi pertandingan. Terakhir kali, derby Ibukota berakhir imbang adalah pada 2007 silam kala 0-0.
Menyandang status sebagai tuan rumah membuat Roma di atas angin. Kemenangan akan menjaga mimpi tampil di Eropa. Roma kini berada di posisi ketujuh dengan mengoleksi 47 poin. Lazio persis setingkat di atasnya dengan 50 poin. Derby dibungkus mimpi Eropa membuat laga ini kian panas.
Head-To-Head AS Roma vs Lazio:
11 Nov 2012 (PSA) Lazio 3 – 3 AS Roma
04 Mar 2012 (PSA) AS Roma 1 – 2 Lazio
17 Okt 2011 (PSA) Lazio 2 – 1 AS Roma
13 Mar 2011 (PSA) AS Roma 2 – 0 Lazio
20 Jan 2011 (PPI) AS Roma 2 – 1 Lazio

Lima Pertandingan Terakhir AS Roma:
30 Mar 2013 (PSA) Palermo 2 – 0 AS Roma
18 Mar 2013 (PSA) AS Roma 2 – 0 Parma
10 Mar 2013 (PSA) Udinese 1 – 1 AS Roma
04 Mar 2013 (PSA) AS Roma 3 – 1 Genoa
24 Feb 2013 (PSA) Atalanta 2 – 3 AS Roma

Lima Pertandingan Terakhir Lazio:
30 Mar 2013 (PSA) Lazio 2 – 1 Catania
18 Mar 2013 (PSA) Torino 1 – 0 Lazio
15 Mar 2013 (PLE) Lazio 3 – 1 VfB Stuttgart
11 Mar 2013 (PSA) Lazio 0 – 2 Fiorentina
08 Mar 2013 (PSA) VfB Stuttgart 0 – 2 Lazio

Prediksi Skor AS Roma vs Lazio : (2 – 1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *