Pertandingan kompetisi level ketiga di Italia Antara Salernitana vs Nocerina Dihentikan

SalernitanaSebuah kejadian yang tidak biasa terjadi di kompetisi level ketiga di Italia, Lega Pro Prima Divisione, Minggu (10/11). Pertandingan tuan rumah Salernitana melawan Nocerina harus dihentikan karena tim tamu hanya menyisakan enam pemain pada menit ke-21.
Tanda-tanda ketidakberesan pertandingan telah dimulai sejak awal. Laga derby ini terlambat 40 menit karena setibanya mereka di stadion, para pemain Nocerina menolak turun dari bus yang mengangkut mereka.
Kabarnya, para pemain ini mendapat ancaman dari pendukung mereka sendiri. Ancaman ini membuat para pemain ketakutan dan enggan bermain. Pendukung Nocerina mengancam karena mereka tak boleh hadir dalam pertandingan di kandang Salernitana ini. Fan yang marah ini mengancam akan menghentikan pertandingan.

Setelah bernegosiasi dengan perwakilan Lega Pro di stadion, Nocerina akhirnya mau bermain. Namun serangkaian kejadian aneh kembali terjadi. Hanya dalam waktu dua menit, tim tamu ini sudah membuat tiga pergantian pemain. Dalam jangka waktu 17 menit kemudian, lima pemain harus keluar karena cedera.

Tak lama kemudian pemain Nocerina, Ficarotta juga diusir wasit bersama pemain Salernitana, Iannarilli karena baku hantam. Akibatnya, Nocerina hanya menyisakan enam pemain di lapangan. Wasit pun kemudian menghentikan pertandingan.

Kini para anggota direksi klub ini telah mundur dan para pemain diperintahkan untuk tidak berkomentar kepada media. Direktur Olahraga Nocerina, Pavarese berupaya membela tindakan timnya. Dia mengutarakan bahwa pergantian tiga pemain dalam waktu dua menit adalah keputusan manajemen, sementara lima pemain cedera karena mereka tampil tanpa pemanasan.

Pihak Lega Pro tentu saja tak mau begitu saja menerima alasan tak masuk akal ini. Mereka memperingatkan pelatih Gaetano Auteri untuk menjelaskan mengapa melakukan pergantian tiga pemain dalam waktu dua menit. Komisi Disiplin pun kini tengah menyelidiki kejadian ganjil ini.

“Ini halaman memalukan dalam sejarah sepakbola,” ujar pelatih Salernitana,Carlo Perrone. “Kami harus bertanya pada diri sendiri bagaimana ini bisa terjadi. Saya insan olahraga dan saat ini sangat kecewa akibat kejadian ini,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *