Manchester City Lempar Handuk Buru Edinson Cavani

Edinson Cavani

Presiden Napoli, Aurelio de Laurentiis, mengklaim, Manchester City telah mundur dari usahanya merekrut bomber andalan klubnya, Edinson Cavani.

Ia menilai, City tidak mempunyai uang untuk membayar klausul pembebasan kontrak Cavani senilai 54 juga pounds (sekitar Rp 705 miliar).

Bukan rahasia lagi bila Cavani menjadi incaran sejumlah klub raksasa di Eropa. Selain Real Madrid, dua klub raksasa Inggris, yakni Chelsea dan City dikabarkan tertarik untuk memboyong striker yang musim lalu mengemas 36 gol bagi Napoli di semua kompetisi.

“Manchester City tidak memiliki uang untuk membayar Cavani karena mereka mengatakan ‘kami tidak akan membayarnya,” ungkap Laurentiis seperti dilansir Skysports.

“Abu Dhabi (pemilik City, Sheikh Mansour bin Zayed al Nahyan) mengatakan, mereka tidak akan membayar 63 juta euro (54 juta pounds) untuk Cavani,” tuturnya lagi.

Terkait dengan ketertarikan klub lain seperti Real Madrid, Chelsea dan Paris Saint-Germain, Laurentiis menegaskan klubnya akan berusaha keras menahan Cavani tetap di Naples musim depan. Ia menilai sejumlah kabar yang beredar di surat kabar hanya merupakan rumor semata.

“Dengan Edinson tidak ada yang berubah. Judul halaman depan sejumlah surat kabar yang sudah saya baca tidak ada yang mengutip kata-katanya secara persis,” kata Laurentiis.

“Dia tidak pernah menyangkal pentingnya (bermain) di klub seperti Real Madrid. Tetapi, jangan lupa bahwa dia membesarkan namanya di Napoli. Jika klub seperti Anzhi (Makhachkala) menanyakannya, mungkin dia mengatakan tidak. Tetapi jika klub lain seperti Bayern Muenchen, Barcelona, atau Real Madrid bisa membujuknya untuk pergi.”

“Dia tahu masih mempunyai kontrak dan kewajiban untuk kami, dan di sana juga ada klausul pembebasan kontrak. Cavani tahu di Napoli dirinya adalah pemain penting. Saya tidak tahu apakah baik itu di Real Madrid atau tim lain, dia akan menjadi sama pentingnya,” tukas Laurentiis.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *