Madrid Bernasib Sama Seperti Barcelona

dortmundNasib Real Madrid tak berbeda jauh dari rival lokalnya, Barcelona. Tandang ke Signal Iduna Park pada leg I semifinal Liga Champions, (24/4), Madrid harus mengakui keunggulan Borussia Dortmund dengan skor 1-4.
Adalah quat-trick Robert Lewandowski yang membuat Madrid kembali gigit jari dalam lawatan ke Jerman. Sekadar info, Madrid kerap kandas dalam beberapa laga tandang ke Jerman dan hanya sekali meraih kemenangan.
Sejak awal, Madrid sudah terlihat demam panggung kala harus berhadapan dengan puluhan ribu pendukung Dortmund di Signal Iduna Park. Dortmund pun mampu leluasa memainkan sepak bola menyerang sejak menit pertama.
Bahkan, Dortmund sudah menggebrak saat laga baru berjalan delapan menit. Memanfaatkan umpan silang Mario Gotze dari sisi kanan pertahanan Madrid, Lewandowski dengan leluasa menyontek bola tanpa mampu dijangkau kiper Diego Lopez.
Gol cepat itu membuat Madrid tersengat. Skuad asuhan Jose Mourinho kian berani menekan. Namun, upaya mencetak gol balasan baru hadir dua menit menjelang babak pertama kelar melalui Cristiano Ronaldo. Sekaligus menjadi gol ke-12 Ronaldo musim ini, dan ke-50 sepanjang kariernya di di Liga Champions. Skor 1-1 pun bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, permainan Dortmund semakin meningkat. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan anak asuh Jurgen Klopp. Hasilnya, publik Signal Iduna Park kembali bergemuruh usai Lewandowski mencetak gol kedua pada menit ke-50 memanfaatkan bola sodoran Marco Reus.
Gol itu kian membuat tuan rumah bersemangat. Berbading terbalik dengan Madrid, yang kian mengalami degradasi mental. Hal itu terlihat dari hadirnya gol ketiga Lewandowski lima menit setelahnya. Madrid pun kian terpuruk setelah kebobolan tiga gol.
Mentalitas tim tamu yang anjlok terlihat dari pelanggaran Xabi Alonso terhadap Reus di dalam kotak penalti. Wasit pun tak segan menunjuk titik putih. Lewandowski yang ditunjuk sebagai algojo mampu menjalankan tugas dengan sempurna, sekaligus melengkapi koleksi empat golnya pada laga ini.
Lewandowski menjadi pemain pertama yang mencetak empat gol di Liga Champions sejak Mario Gomez ke gawang FC Basel pada musim lalu. Namun, striker Polandia itu menjadi satu-satunya yang mencatat quat-trick pada babak semifinal. Pun pemain pertama yang mencetak lebih dari tiga gol ke gawang Madrid di Liga Champions.
Tertinggal 1-4 mmebuat perjuangan Madrid kian berat. Upaya menambah gol tandang pun tak mampu diciptakan hingga wasit meniup peluit akhir pertandingan. Dortmund pun sudah melangkagkan satu kakinya di partai final dengan modal kemenangan ini. Pasalnya, bagi Madrid, menang dengan skor minimal 3-0 di Santiago Bernabeu merupakan tugas yang mahaberat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *