Ketika Barcelona Kalah Possession Ball untuk Kali Pertama Setelah 5 Tahun

barca-2-130922aKemenangan Barcelona atas Rayo Vallecano di pekan kelima La Liga Spanyol, Minggu (22/9/2013) dini hari WIB, ternyata menyisakan cerita yang tidak biasa.

Untuk kali pertama sejak 2008 silam, tim berjuluk Los Cules itu kalah dalam penguasaan bola dari lawannya di laga kompetitif. Seperti yang dilansir Marca, tim Katalan tercatat hanya memiliki penguasaan bola sebesar 49%, lebih kecil dibandingkan dengan possession ball yang dicatatkan tim tuan rumah sekitar 51%.

Dengan tiki-taka yang menjadi ciri khas Barcelona selama beberapa tahun terakhir, kalah dalam hal possession ball secara total jelas menjadi hal janggal. Terlebih lawan yang dihadapi hanyalah tim sekelas Rayo Vallecano.

Seperti diungkapkan laporan yang sama, Barcelona kalah dalam penguasaan bola di laga kompetitif kali terakhir terjadi pada Mei 2008 silam. Ketika itu Lionel Messi dkk melawan rival klasiknya, Real Madrid, di Santiago Bernabeu. Laga itu sendiri berakhir dengan kekalahan telak Barcelona yang dipermalukan tuan rumah 1-4.

Namun sesudahnya, Barcelona selalu memiliki penguasaan bola lebih baik di bandingkan tim lawan sampai hampir enam tahun kemudian. Sebelum melakoni laga tendang  ke kandang Vallecano, total tim Katalan mengoleksi 315 laga kompetitif secara beruntun dengan selalu mencatat possession ball yang lebih besar.

Fakta statistik pertandingan di laga terakhir tampaknya semakin menguatkan kabar perubahan mendasar Los Cules di bawah pelatih anyarnya, Gerardo ‘Tata’ Martino. Lalu apa tanggapan dari kubu Barcelona atas fakta itu?

Asisten pelatih Barcelona, Jorge Pauttaso, membantah keras Tata Martino dan semua staf kepelatihan klub sedang mengubah gaya permainan tim dengan lebih mengandalkan serangan balik.

“Kami tidak sedang melakukan perubahan apa pun. Apa yang kami inginkan adalah bermain dengan cara yang sama, namun meningkatkan tekanan kepada lawan di lapangan,” ungkap Pauttaso dalam komentarnya, dilansir media Spanyol lainnya, AS.

Pauttaso bertugas menggantikan Tata Martino mendampingi Barcelona karena manajer asal Argentina itu harus menghadiri pemakaman ayahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *