Jadi Manajer Termuda Berbekal Football Manager

Vugar HuseynzadePernah beranggapan waktu yang anda habiskan berjam-jam untuk bermain komputer setiap hari mubazir? Pikir ulang. Vugar Huseynzade menjadi pelatih FC Baku, klub di Liga Primer Azerbaijan, dengan modal terbesar bermain Football Manager sejak 2002.

“Game itu sangat membantuku,” ujarnya, Kamis, 13 Juni 2013. Football Manager–terbit perdana pada 1992–merupakan permainan simulasi dengan tujuan utama mengurus klub sepak bola. “Lima puluh persen dari game itu bisa diterapkan di dunia nyata.”

Huseynzade memang gila bola, tapi dia tidak pernah ikut akademi dan sebagainya. Pemuda 22 tahun kelahiran Azerbaijan ini besar di Swedia dan menggeluti manajemen bisnis di Boston University.

Dua tahun lalu, Presiden FC Baku Hafiz Mammadov menemuinya. Di Azerbaijan, kata Huseynzade, amat jarang orang bersekolah di luar negeri. “Dia bilang, selesaikan sekolahmu, dan, mungkin suatu hari, kamu akan jadi manajer di Baku,” katanya.

Februari 2012, dia mendatangi Stadion Tofiq Bakhramov di Baku. “Awalnya saya berpikir akan menangani bisnis, ternyata diminta mengurus sepak bola,” ujar Huseynzade. Setelah bekerja sebagai penasehat manajer Novruz Azimov, dia terpilih sebagai manajer pada November lalu. Menyingkirkan beberapa kandidat, termasuk penyerang legendaris Perancis, Jean-Pierre Papin.

Tugas manajer muda itu berat: menyelamatkan Baku dari zona relegasi. “Awalnya semua berat,” kata Huseynzade. Dia mengatakan pemain memandangnya sebelah mata. Sikap mereka mulai berubah karena sang pelatih selalu kalem dan mengevaluasi setiap detil kejadian di pertandingan.

Hasilnya dahsyat. Huseynzade membawa anak-anak asuhnya jauh melampaui target dan finish di posisi lima, hanya selangkah dari kualifikasi Liga Europa. “Saya tidak menganggap sukses karena ambisi saya mengantar Baku bermain di Eropa,” katanya.

Sibuk dengan urusan lapangan hijau, Huseynzade tidak melupakan hobinya: memanut-manut layar komputer mencari pemain berbakat dan meramu taktik di Football Manager. “Saya baru memainkannya dua jam lalu,” katanya.

Di dunia fantasi, tim yang dia urus bukan Baku, tapi Manchester United. “Saya ingin tahu rasanya menggantikan Sir Alex Ferguson di Old Trafford.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *