Italia Desak UEFA Lebih Tegas Hukum Pelaku Rasisme

platini

Presiden Federasi Sepak Bola Italia Giancarlo Abate akan meminta Presiden UEFA Michel Platini untuk menerapkan legislasi baru yang lebih tegas sebagai upaya untuk menghapus rasisme. Permintaan Abate terkait insiden terkini yang merusak citra sepak bola Italia.

Dalam pertandingan antara AC Milan dan AS Roma, di mana dua pemain yakni Mario Balotelli dan Kevin Prince Boateng mendapat pelecehan rasial dari sebagian pendukung Roma. Akibat insiden tersebut, wasit menghentikan pertandingan selama dua menit.

Abate mengatakan dirinya akan meminta diterapkannya pendekatan antirasisme yang lebih tegas untuk menggantikan sistem denda yang banyak mendapat kritik. Abate menyebutkan sejumlah bagian lapangan dapat ditutup jika insiden-insiden serupa terulang.

“Denda-denda tidak memecahkan masalah (rasisme), sebab sebagian orang tidak peduli apakah klub mereka didenda 10 atau 20.000 euro… Kami harus menghalangi orang-orang itu dari lapangan,” kata Abete.

Pada awal tahun ini Boateng mengisi halaman-halaman surat kabar dunia ketika ia memimpin Milan untuk meninggalkan lapangan saat memainkan pertandingan persahabatan melawan tim divisi ketiga Pro Patria, setelah ia menjadi korban lagu-lagu rasis.

Meski Boateng mendapat pujian dari seluruh dunia untuk sikapnya tersebut, Presiden FIFA Sepp Blatter mengatakan dirinya tidak akan memaafkan ide para pemain atau tim-tim yang berhenti bermain untuk memprotes rasisme.

Sementara itu, Abete, memuji prosedur yang digunakan para ofisial di pertandingan Milan-Roma sebagai upaya untuk menghentikan lagu-lagu rasis. “Itu adalah koordinasi hebat antara kewajiban umum yang bertanggung jawab, ofisial pertandingan lain dan para pemain,” tambah Abete.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *