Forlan Tak Sesali Keputusan untuk Menuju Internacional

diego forlanKompetisi di benua Eropa lazimnya memberi daya tarik tersendiri buat pesepakbola. Namun, Diego Forlan tidak menyesali keputusannya untuk hijrah ke Brasil setelah sebelumnya membela Inter Milan.

Sejak direkrut meninggalkan Independiente pada tahun 2001, penyerang Uruguay berusia 33 tahun itu berhasil menjulangkan namanya bersama beberapa klub Eropa.

Tak terlalu bersinar bersama MU, Forlan akhirnya bisa memamerkan keahliannya menjebol gawang lawan saat berseragam Villarreal yang ia bela pada periode 2004-2007.

Performa tak jauh beda lantas Forlan perlihatkan di Atletico Madrid (2007-2011) yang menjadi klub Spanyol kedua dalam kariernya. Tetapi peruntungannya berubah ketika hijrah ke Inter pada musim panas 2011.

Gangguan cedera berulang kali harus ia hadapi di klub Italia tersebut. Walhasil, cuma dua gol yang bisa Forlan cetak dalam 20 penampilannya untuk ‘La Beneamata’ sebelum akhirnya memutuskan untuk angkat kaki lebih dini pada musim panas 2012 lalu.

“Italia tiba pada waktu buruk buatku. Ketika aku tiba di sana, tim sedang mengalami pergulatan,” katanya dalam wawancara kepada BBC yang dikutip Football Italia.

“Aku mencetak gol dalam pertandingan pertama, sebuah gol bagus, dan kemudian dilanda cedera dan absen 2,5 bulan. Aku kembali lalu cedera lagi. Pada akhirnya aku justru dimainkan di posisi tidak ideal,” beber Forlan.

Pada awal Juli 2012, setelah memutus kontraknya dengan Inter, Forlan memilih Internacional sebagai klub barunya. Keputusan itu terbilang tidak biasa mengingat klub yang ia tuju merupakan klub Brasil dan pesepakbola lazimnya berusaha tetap tampil di benua kompetisi Eropa, atau mencari klub-klub negara Timur Jauh atau Rusia, yang umumnya memberi iming-iming gaji lebih tinggi–jika materi memang yang ia cari.

“Meninggalkan Eropa bukanlah sebuah keputusan sulit. Aku berusaha tidak memiliki penyesalan. Brasil adalah sebuah negara yang amat indah, mereka memainkan sepakbola yang sangat bagus dan menawarkan gaji oke–ini tidak terlalu berbeda dengan Eropa,” nilai Forlan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *