Fellaini Ingin Jajal Liga Champions

Marouane FellainiMarouane Fellaini mengaku senang berada di Everton. Meski demikian, gelandang asal Belgia itu ingin menjajal kancah tertinggi Eropa di Liga Champions.

Belakangan ini Fellaini memang tengah dispekulasikan bakal hengkang dari Goodison Park, markas Everton, pada bursa transfer musim panas nanti. Performanya yang apik sepanjang musim ini menjadikannya target buruan beberapa klub papan atas Eropa.

Salah satu rumor yang santer terdengar, Fellaini bakal mengikuti jejak David Moyes. Manajer Everton itu mulai musim depan telah berganti status sebagai bos Manchester United menggantikan Alex Ferguson.

Terkait rumor itu, Fellaini mengaku masa depannya di Inggris masih akan berlangsung panjang. Dan dia berharap bisa bermain di Liga Champions bersama Everton.
“Setiap pemain ingin bermain di Liga Champions. Itu adalah kompetisi yang besar,” ujar Fellaini.

“Saya berharap bisa melakukannya [tampil di Liga Champions] bersama Everton. Saya senang di sini. Saya telah berada di sini selama lima musim. Sayta senang karena saya kenal semua orang.”

“Untuk masa depanku, saya ingin bermain di Inggris. Liga Premier adalah liga terbaik. Di sini ada lima, enam, tujuh, delapan tim, semua berpikir cukup baik bermain di Liga Champions dan menginginkannya.”

“Tak ada negara lain di Eropa, di mana Anda akan mendapatkan hal serupa.”
Fellaini telah bermain pada beberapa posisi untuk Everton selama ini. Namun, ia yakin posisi yang paling pas untuknya adalah sebagai gelandang bertahan.

“Saya tahu kualitasku. Saya tahu hal terpenting bagi saya. Saat saya kemari, saya tahu Liga Premier akan sangat sulit, sadar tentang sifat fisik liga ini dan intensitas yang tinggi,” imbuh Fellaini.

“Manajer memberiku kepercayaan diri tinggi dan para pemain mempercayaiku. Saya bekerja keras saat latihan dan berusaha memberikan kemampuan maksimalku bagi klub.”
“Terkadang saya melihat diri sendiri dan bertanya,’Apa posisi terbaikku?’ Saya rasa sebagai gelandang bertahan, adalah salah satu yang terbaik.”

“Manajer mungkin suka, terkadang menempatkanku di depan karena saya bisa memberikan masalah bagi pemain bertahan, tapi bagi saya posisi terbaik adalah gelandang bertahan, menghentikan lawan dan kemudian ingin memaksakan diri pada permainan.”

“Saat saya bermain di depan, sulit. Itu bukan posisiku dan saya menemukan kesulitan. Saya bermain di beberapa posisi. Terkadang saya bermain bagus di sana. Saya mengerti kenapa mungkin manajer menempatkanku di sana.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *