Ditahan Persela, PBR Masih Belum Konsisten

PBR

Stadion Si Jalak Harupat belum juga jadi arena yang bersahabat buat Pelita Bandung Raya (PBR). Untuk keenam kali, PBR gagal meraih kemenangan saat memainkan laga kandang di stadion berkapasitas 27 ribu penonton tersebut.

Tim berjuluk The Boys Are Back itu ditahan 2 -2 oleh tamunya, Persela Lamongan, Sabtu malam 8 Juni 2013. Hasil tersebut membuat Gaston Castano Cs, terancam kembali terlempar ke zona degradasi.

Lima kemenangan yang telah diraih PBR sendiri, empat diantaranya diraih ketika menggelar laga kandang di Stadion Siliwangi. Sedangkan satu kemenangan diperoleh saat melawat ke kandang Gresik United.

Pelatih PBR, Daniel Darko Janackovic tentu tak menempatkan mitos buruk di Stadion Si Jalak Harupat sebagai alasan utama kegagalan timnya meraih angka penuh. Darko menilai hasil tidak maksimal ini, menunjukan inkosistensi skuad arahannya.

“Begitulah tim yang dihuni banyak pemain muda. Ada saatnya bagus, terkadang turun. Persela bermain bagus, dari depan sampai belakang. Sementara kita seperti tidak fokus bermain. Tidak ada pemain yang mencoba melakukan blok ketika gol pertama Persela terjadi,” kata Darko.

Meski begitu, Darko mengungkapkan hasil ini lebih membuka matanya untuk menyiapkan dan mengatur strategi yang jauh lebih efektif ketika menghadapi klub sekota Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Selasa 11 Juni 2013. “Mungkin saat lawan Persib nanti akan ada perubahan di beberapa posisi,” cetusnya.

Sementara itu, kendati mampu mendulang satu poin. Namun, pelatih Persela, Didik Ludiyanto mengaku tidak puas dengan hasil imbang yang diraih anak asuhnya. “Tiga poin di depan mata, tapi hilang begitu saja dalam beberapa menit. Anak-anak sepertinya hilang konsentrasi setelah menang 2-1,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *