De Gea Ternyata Malas Latihan dan Belajar bahasa Inggris

de-gea-130929cKiper utama Manchester United, David De Gea, berhasil tampil memukau di musim keduanya dan hingga saat ini. Penampilan apik yang ditampilkan De Gea bukanlah muncul secara instan, melainkan hasil dari usaha dan latihan keras kiper asal Spanyol tersebut.

Akan tetapi, tidak selamanya De Gea memiliki catatan yang baik. Buktinya, di awal kariernya bersama klub berjuluk The Red Devils itu De Gea diakui mantan pelatih kiper MU, Eric Steele, adalah pemain yang malas. Selain itu, De Gea pun bermasalah dengan pola makannya.

“Ada masalah dengan gaya hidupnya,” ujar Steele kepada United We Stand.

“Dia tidur dua atau tiga kali dalam sehari. Dia banyak mengkonsumsi makanan saat malam. Dia terlalu banyak memakan taco,” Steele menjelaskan.

Untuk itu, Steele bersikap sedikit tegas kepada kiper yang kini berusia 22 tahun itu. Steele memaksa De Gea untuk mengkonsumsi minuman berprotein tinggi setelah latihan.

“Kami membentuk tubuhnya dengan membuatnya mengkonsumsi minuman berprotein tinggi. Kami banyak melatihnya di gym. Dia sangat membencinya. Di Spanyol tidak banyak yang melakukan latihan di gym. Kami harus membangun kekuatannya dari dalam,” ungkap Steele.

De Gea pun bermasalah dengan berat badannya ketika bergabung dengan MU dua tahun silam. Steele mengatakan jika ketika mantan kiper Atletico Madrid ini bergabung dengan MU, ia hanya memiliki bobot sekitar 71 kilogram. Oleh sebab itu Steele memaksa De Gea untuk membangung postur badannya dengan cara mengubah gaya hidup yang dijalani De Gea.

Bukan hanya gaya hidup. Steele pun membeberkan jika kiper kelahiran 7 November 1990 itu terlihat malas ketika menjalani latihan. De Gea sering langsung pulang ketika latihan usai.

“Dia akan pulang ketika latihan selesai. Ketika saya katakan untuk kembali latihan di sore hari, dia langsung bertanya kenapa,” imbuh mantan kiper Newcastle United itu.

“Dia bisa saja berlatih dengan sangat serius, dia selalu menjadi yang lebih baik saat bersama yang lain. Dia serius berlatih karena kelelahan, baik mental atau pun fisik. Saya katakan kepadanya untuk berlatih lebih baik lagi, dan dia menunjukan hal itu,” tandas Steele.

Steele pun mengatakan apabila De Gea enggan belajar bahasa Inggris. Padahal De Gea harus mempelajarinya agar mempermudah komunikasinya dengan pemain MU yang lain dan tentunya dengan Steele.

“Kami harus bisa berkomunikasi dengan baik, walau itu hanyalah bentuk dasar. David cukup malas untuk mempelajari bahasa Inggri. Jadi saya terus menerus memintanya mempelajari bahasa Inggris,” pungkas Steele.

Usaha Steele tidak berakhir sia-sia. Di tangannya kini De Gea memiliki tubuh yang lebih berisi dan tampak tangguh. Posisi De Gea pun kini sulit digeser oleh kiper MU yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *