BURUKNYA PENAMPILAN WAKIL INGGRIS DI KOMPETISI EROPA

 

liga inggrisDominasi wakil Liga Primer Inggris di pentas Eropa perlahan mulai luntur. Musim ini menjadi bukti nyata, di mana dari tujuh tim yang ambil bagian, sebagian besar telah masuk kotak sementara yang tersisa juga mulai terancam eksistensinya.

Chelsea telah dipastikan tersingkir dari Liga Champions musim ini usai disingkirkan Paris Saint-Germain dari babak 16 besar, sementara dua klub lainnya, Arsenal dan Manchester City pun terancam gugur usai keduanya menelan kekalahan dalam leg pertama di kandang sendiri.

Sementara di kancah Liga Europa, hanya Everton yang sejauh ini mampu bertahan dan melaju hingga fase 16 besar, setelah Tottenham HotspurLiverpool  – yang turun kasta dari Liga Champions – dan Hull Cityharus tersingkir lebih awal.

Berbicara Liga Champions, pencapaian ini tentunya berbeda drastis dengan apa yang ditorehkan wakil Inggris tersebut pada tahun 2007, 2008, dan 2009, saat itu Liga Primer boleh berbangga dengan dominasi mereka di benua biru dengan mampu mengirimkan tiga kontestan hingga semi-final ketiga edisi tersebut.

Lima belas tahun era Liga Primer berjalan, dukungan finansial mulai mengakar kuat dengan bentuk hak siar menguntungkan yang konsisten menghasilkan buah di panggung kontinental. Sementara di saat yang bersamaan, raksasa tradisional seperti Real Madrid, Bayern Munich dan AC Milan seperti tampak ‘tertidur.’

Rafael Benitez sukses mengubah Liverpool menjadi pasukan pemenang Liga Champions tanpa harus memenangi liga domestik, Chelsea tetap kompetitif meski kala itu ditinggalkan Jose Mourinho, Manchester United terus dominan di tangan Sir Alex Ferguson, dan Arsenal juga mampu menorehkan catatan positif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *