Beratnya Beban Van Gaal di Musim Depan

1406906075

Hanya satu opsi yang tersedia bagi Louis van Gaal dalam debutnya menangani Manchester United di kancah Premier League Inggris musim depan, yakni mengantarkan Wayne Rooney dkk menempati, minimal, posisi empat besar di klasemen akhir, alias tiket menuju panggung Liga Champions.

Mengapa? Sebab, andaikata Setan Merah kembali gagal meraih tiket menuju kompetisi antarklub paling bergengsi di Benua Eropa tersebut, alamat kas klub mengalami kerugian dalam jumlah yang sangat besar. Jika itu terjadi, pendapatan MU dari megadeal kit dengan Adidas terancam dipotong 30 persen. Ancaman pemotongan tersebut tercantum dalam prospektus MU.

“Mengingat keterkaitan yang prestisius antara klub dan partisipasi di kompetisi Eropa, utamanya Liga Champions, kegagalan berkiprah di kompetisi Eropa, utamanya dalam dua musim berturut-turut, bakal berdampak negatif terhadap kemampuan klub menarik para pemain bintang, sponsor, dan partner komersial yang lainnya.”

“Kegagalan meraih tiket Liga Champions untuk dua musim berturut-turut juga bakal mengurangi pendapatan tahunan klub menyusul kesepakatan yang baru-baru ini kami raih dengan Adidas, dimana pengurangannya mencapai 30 persen dari jumlah pendapatan tahunan,” demikian pernyataan dalam prospektus klub.

Artinya, jika pasukan Van Gaal di akhir musim 2014-2015 mengikuti jejak langkah yang digoreskan David Moyes, maka pendapatan tahunan MU dari deal Adidas dipotong dari £ 75 juta (sekitar Rp 1,5 triliun) menjadi £ 52,5 juta (Rp 1,05 triliun) atau berkurang Rp 450 miliar.

Untuk diketahui, selama tiga musim terakhir, pendapatan yang dibukukan MU dari pendapatan tiket dan hak siar televisi di kancah Eropa menunjukkan tren yang menurun. Yaitu, dari total £ 59,7 juta (1,19 triliun) pada 2011 berkurang menjadi £ 42,3 juta (Rp 846 miliar) pada 2012 dan kembali merosot menjadi £ 38,9 juta (Rp 778 miliar) pada 2013.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *