Belgia Mengalahkan Amerika Serikat 4 – 2

jurgen klisman

Belgia mengalahkan Amerika Serikat, 4-2, di pertandingan persahabatan yang berlangsung di Cleveland, Kamis, 30 Mei 2013. Penyerang Aston Villa, Christian Benteke, tampil sebagai bintang dengan dua gol.

Meski tanpa bintang mereka, Eden Hazard, Belgia–yang diperkuat sepuluh pemain Liga Primer Inggris–mendominasi pertandingan. Mengusung pola ofensif, 4-3-3, striker Everton, Kevin Mirallas, mencetak gol pembuka saat laga baru berjalan 6 menit.

Memanfaatkan sepak pojok, tuan rumah membalas dengan gol Geoff Cameron di menit 23.

Di babak kedua, Belgia terus mendominasi. Benteke menceploskan umpan silang Kevin De Bruine di menit 57. Sembilan menit kemudian, De Bruine kembali memberi umpan silang. Kali ini diubah jadi gol oleh Marouane Fellaini. Kedua gol itu berasal dari kesalahan barisan pertahanan AS yang kehilangan bola di area berbahaya.

Pelatih AS, Jurgen Klinsmann menginstruksikan anak buahnya untuk lebih menyerang dan meninggikan garis pertahanan. Di menit 71, Benteke memanfaatkan celah di lini pertahanan AS dengan menyambut umpan terobosan dan melambungkan bola melewati kiper Brad Guzan, 4-1.

Lima menit kemudian, 27.720 penonton di Stadion FirstEnergy terhibur. Tembakan penyerang AS, Eddie Johnson menyentuh tangan Toby Alderweireld sehingga wasit Jeffery Solis dari Costa Rica memberikan penalti. Gelandang serang Tottenham Hotspur Clint Dempsey mengubah skor jadi 4-2 dan bertahan sampai akhir pertandingan.

“Kami berhasil menyulitkan mereka dengan penjagaan satu lawan satu dan bermain dalam tempo cepat,” kata pelatih Marc Wilmots, usai pertandingan. Kapten Belgia saat terakhir tampil di Piala Dunia–sebelas tahun lalu–itu menilai pertandingan bisa berakhir dengan selisih gol lebih tinggi jika wasit lebih jeli saat melihat Benteke dijatuhkan di kotak penalti di babak kedua.

“Ini jelas hasil yang buruk,” kata Klinsmann. Namun pelatih 48 tahun asal Jerman itu berusaha melihat sisi positif dari kekalahan tersebut.

“Saya memilih kalah 10 kali dari Belgia, ketimbang menang atas El Salvador 100 kali,” ujarnya. “Karena kami bisa belajar banyak dari tim besar.”

Anak asuhnya mengamini ucapan sang pelatih. “Belgia adalah tim yang kuat, terutama penyerang mereka,” ujar DaMarcus Beasley, 31 tahun, yang baru mencetak 100 caps.

Pemain senior lain Tim Howard menilai barisan pertahanan mereka terlalu lembek. “Mereka harus lebih ketat menjaga pemain lawan di pertandingan mendatang,” ujar kiper Everton ini. Amerika Serikat akan menghadapi Jerman di Washington DC, di partai persahabatan, Ahad mendatang. Sembilan hari kemudian mereka menjajal Jamaika.

Kemarin, Jerman mengalahkan Ekuador juga dengan skor 4-2. Di pertandingan yang berlangsung di Boca Raton, Florida, itu Lukas Podolski mencetak gol saat laga baru berlangsung 10 detik. Semua gol Der Panser terjadi di bawah menit 23 dengan Podolski dan Lars Bender masing-masing mencetak dua gol. Balasan dari Ekuador berasal dari tembakan Luis Valencia menjelang jeda dan Walter Ayovi di akhir pertandingan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *