Bek Muenchen Dukung Saudaranya Lawan Rasisme

boateng-130820aBek Bayern Muenchen,┬áJerome Boateng, menyatakan sikap tegas terhadap rasisme. Berbicara di sebuah acara melawan rasisme sepak bola di Miami, Jerome telah menyerukan tindakan terhadap perilaku kasar pendukung terhadap para pemain. “Saya senang bisa membuatnya, tapi saya pikir kita harus berbuat lebih banyak,” pemain berusia 24 tahun ini, Senin (19.8/2013).

Jerome menyatakan hal ini setelah kakaknya, pemain AC Milan, Kevin-Prince Boateng, menjadi sasaran nyanyian kasar awal tahun ini. Gelandang Rossoneri kemudian keluar dari lapangan setelah teriakan kasar dari tribun selama pertandingan persahabatan melawan Pro Patria pada Januari lalu.

“Saya bangga menjadi bagian dari itu dan saya senang berada di Miami saat ini. Aku melihat ke depan untuk acara sangat penting. Itu juga alasan saya mendukung acara ini. Karena itu saya mencoba yang terbaik untuk datang ke sini,” terangnya.

“Kita perlu orang-orang dalam posisi yang sangat besar untuk menunjukkan bahwa sangat penting dan hal itu tidak terjadi lagi di stadion, karena kita semua mencintai permainan ini dan tentang rasa hormat,” pungkasnya.

Sebelumnya, sepakbola Italia juga sempat tercoreng karena kasus rasis. Pelecehan berbau rasis dilakukan suporter Roma pada pemain AC Milan, Mario Balotelli. Akibat kejadian ini, laga sempat dihentikan beberapa saat.

FIFA yang menerima laporan ini langsung bergerak cepat dalam melakukan penyelidikan. Sepp Blatter selaku presiden federasi tertinggi sepakbola dunia itu berjanji pihaknya akan segera menyelesaikan kasus ini. Dalam kutipannya yang dipublikasikan lewat twitter resmi FIFA, Blatter mengatakan kalau dirinya terkejut dengan pelecehan rasisme yang kembali terjadi di Italia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *